Selasa, 28 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Kisah KAINRATU Bawa Tenun Troso Jepara Mendunia Lewat Pendampingan BRI

Kisah KAINRATU Bawa Tenun Troso Jepara Mendunia Lewat Pendampingan BRI
Kisah KAINRATU Bawa Tenun Troso Jepara Mendunia Lewat Pendampingan BRI

JAKARTA — Mengubah usaha kecil berbasis tradisi menjadi merek yang dikenal hingga mancanegara bukan perkara mudah. KAINRATU, UMKM asal Desa Troso, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berhasil membuktikan bahwa keuletan dalam mengelola warisan keluarga, dipadukan dengan pendampingan yang tepat, mampu membawa tenun ikat khas daerah menembus pasar global.

Perjalanan bisnis ini tidak lahir dalam sekejap. Co-Owner KAINRATU, Maria Leoni, menuturkan bahwa usaha tersebut berakar dari tradisi keluarganya sebagai perajin tenun ikat di Desa Troso, sebuah wilayah yang memang sudah lama tersohor sebagai sentra tenun.

Awalnya, Maria hanya membantu memasarkan hasil karya tenun orang tuanya secara digital. Namun, respons pasar yang kian meningkat memicu mereka untuk membangun identitas jenama sendiri.

Transformasi Digital dan Peran Pendampingan

Langkah krusial diambil keluarga ini saat mereka mulai memanfaatkan kanal daring untuk menjangkau pembeli yang lebih luas.

Usaha yang telah berjalan sekitar sembilan tahun ini merambah platform digital melalui situs gardutroso.com, kemudian berlanjut dengan pengembangan bisnis lewat tokotenun.com serta kainratu.com sejak 2019.

Perubahan strategi ini menjadi titik balik bagi KAINRATU dalam memperluas cakupan pemasaran hingga ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar negeri.

Di balik keberhasilan tersebut, pendampingan yang diberikan oleh Rumah BUMN BRI memegang peranan vital. Melalui berbagai program pemberdayaan, BRI membantu memperkuat kapasitas usaha KAINRATU, mulai dari pelatihan manajemen hingga dukungan dalam membuka akses pasar yang lebih luas. Pendekatan ini menjadi strategi BRI untuk terus mendorong pengembangan UMKM di berbagai pelosok daerah.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

Bagi pelaku UMKM, pendampingan seperti ini menjadi katalisator penting untuk naik kelas.

Dengan adanya penguatan kapasitas dari sisi operasional dan akses pasar, produk tenun KAINRATU kini tidak lagi sekadar kain tradisional, melainkan merambah menjadi produk busana siap pakai yang diminati pasar modern.

Dampaknya, ekonomi di Desa Troso pun turut tergerak seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk tenun berkualitas tinggi.

Maria menyebutkan bahwa latar belakang keluarga sebagai penenun menjadi fondasi kuat dalam menjaga kualitas produk di tengah tantangan industri tekstil modern.

Fokus pada pelestarian tradisi tenun ikat yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital terbukti efektif mempertahankan eksistensi bisnis di tengah persaingan ketat.

Dukungan infrastruktur dan ekosistem bisnis dari lembaga perbankan pun menjadi pelengkap yang memastikan usaha keluarga ini mampu bersaing di panggung internasional.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda