JAKARTA — Konsep warisan berubah total. Bukan lagi soal harta yang ditumpuk-tumpuk untuk anak cucu, melainkan kemampuan hidup mandiri di usia lanjut tanpa bergantung pada generasi berikutnya.
Survei Manulife Asia Care 2026 menangkap pergeseran mindset ini dengan jelas. Sebanyak 93% masyarakat Indonesia menganggap kemandirian dan kebebasan finansial sebagai warisan utama yang ingin diberikan kepada keluarga. Angka ini jauh melampaui rata-rata Asia yang hanya 82%.
Alokasi aset pun berubah. Masyarakat Indonesia merencanakan 60% dari total aset finansial mereka untuk kebutuhan kesehatan dan perawatan diri di masa depan. Sisanya, 40%, baru diwariskan ke anak dan keluarga.
Perubahan ini terdorong oleh fakta sederhana: usia harapan hidup terus memanjang. Masyarakat Indonesia memperkirakan akan menjalani 13 hingga 14 tahun di masa tua dengan kebutuhan dukungan kesehatan atau finansial. Waktu panjang itu berarti biaya besar jika tidak disiapkan sejak dini.
Kesadaran Tinggi, Tapi Praktik Tertinggal
Kesadaran akan pentingnya persiapan kesehatan sudah sangat tinggi. Tujuh dari 10 responden (71%) menempatkan kesehatan dan kualitas hidup sebagai prioritas utama dibandingkan mewariskan harta. Sementara 89% percaya pemeriksaan kesehatan rutin dan pencegahan penyakit dapat membantu menjaga kemandirian saat pensiun.
Namun, kesenjangan muncul saat melangkah ke tindakan nyata.
Hanya 56% responden yang benar-benar melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh minimal setahun sekali. Bahkan, 16% mengaku belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan sama sekali. Kesadaran tidak otomatis menjadi aksi.
Begitu pula di bidang finansial. Meski 87% responden berencana mengandalkan tabungan pribadi untuk pensiun dan perawatan, investasi sebagai penopang jangka panjang baru dijalankan 73% responden. Hanya sepertiga yang masih berharap dukungan finansial dari anak pada masa pensiun—angka yang relatif kecil, mencerminkan komitmen kemandirian.
Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan temuan ini mencerminkan kesadaran mendalam masyarakat. “Ketika seseorang mampu menjaga kesehatan dan kesiapan finansialnya, dia tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga membantu generasi berikutnya melangkah lebih ringan,” ujarnya pada Senin (27/7/2026).
Generasi Sandwich Terjepit
Sayangnya, aspirasi kemandirian ini tidak dialami semua orang dengan santai. Beban ganda menimpa generasi sandwich—mereka yang harus merawat orang tua sekaligus anak.
Sebanyak 62% responden Indonesia memiliki tanggung jawab perawatan keluarga, jauh lebih tinggi dari rata-rata Asia (52%). Sementara 68% memiliki tanggung jawab finansial terhadap keluarga.
Beban berlipat ganda ini nyata berdampak: lebih dari 69% responden dengan tanggung jawab perawatan atau finansial keluarga mengaku kondisi tersebut mengganggu kemampuan mereka mencapai kemandirian jangka panjang.
Dampak terberat dirasakan kelompok usia 25–34 tahun. Di usia ini, mereka seharusnya membangun fondasi finansial untuk masa depan, tetapi justru terbebani menopang keluarga.
CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa mengingatkan, mengandalkan tabungan saja tidak cukup. “Biaya kesehatan terus meningkat dan kebutuhan pendapatan berkelanjutan. Rencana investasi yang cermat dan sesuai profil risiko menjadi keharusan,” katanya.
Percakapan Keluarga Jadi Kunci
Survei menemukan satu faktor positif yang sering luput dari perhatian: percakapan terbuka tentang rencana pensiun dengan keluarga. Sebanyak 82% responden percaya diskusi ini berdampak positif pada kesejahteraan masa depan. Dan kabar baiknya, 78% responden sudah mulai mengobrolkan kebutuhan dan ekspektasi pensiun dengan keluarga.
Lauren menekankan kemandirian tidak dapat dibangun instan. “Kemandirian dibangun melalui langkah-langkah yang konsisten, mulai dari menjaga kesehatan, memiliki perlindungan yang memadai, hingga mempersiapkan masa depan finansial dengan baik.”
Survei Manulife Asia Care 2026 melibatkan lebih dari 9.000 responden di Asia, termasuk 1.000 responden Indonesia. Responden ditanya mengenai pandangan mereka soal umur panjang, kesehatan, kesiapan pensiun, tanggung jawab perawatan keluarga, dan kesejahteraan finansial.
Meski kesadaran akan pentingnya kemandirian sudah tergerak, riset ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah. Dimulai dari menyeimbangkan beban generasi sandwich hingga mengubah pembicaraan tentang warisan—dari sekadar uang tunai menjadi kemandirian sejati.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.