Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Perbedaan Spot vs Futures Trading Crypto: Pemula Pilih Mana?

spot vs futures trading crypto 2026
Perbedaan Spot vs Futures Trading Crypto: Pemula Pilih Mana?. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Dua menu utama di bursa aset kripto, Spot dan Futures, memiliki perbedaan fundamental yang wajib dipahami investor dan trader, terutama pemula. Kesalahan memilih jenis trading dapat berakibat fatal, bahkan berujung pada kerugian seluruh modal atau margin call (MC) dalam hitungan menit. Memahami karakteristik masing-masing adalah kunci untuk menentukan strategi yang tepat sesuai profil risiko Anda.

Spot trading memungkinkan Anda membeli aset kripto secara langsung, menjadikannya milik Anda sepenuhnya. Ini adalah cara paling umum bagi investor yang ingin menahan aset dalam jangka panjang. Sebaliknya, futures trading melibatkan kontrak yang memungkinkan Anda berspekulasi pada pergerakan harga tanpa memiliki aset dasarnya, dengan risiko dan potensi keuntungan yang jauh lebih tinggi.

Apa Itu Spot Trading?

Spot trading adalah aktivitas jual beli aset kripto yang sebenarnya. Ketika Anda melakukan transaksi spot, Anda membeli koin atau token secara langsung dan aset tersebut akan masuk ke dompet digital Anda. Kepemilikan ini berarti Anda bisa menyimpan aset tersebut selama yang Anda inginkan, memindahkannya ke dompet lain, atau menjualnya kembali di kemudian hari.

Misalnya, jika Anda membeli 0,01 Bitcoin (BTC) seharga Rp1 miliar, koin tersebut sepenuhnya menjadi milik Anda. Apabila harga BTC naik menjadi Rp1,1 miliar dan Anda memutuskan untuk menjualnya, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp100 juta. Kelebihan utama dari spot trading adalah keamanannya; Anda tidak bisa mengalami likuidasi atau kehilangan seluruh modal hanya karena fluktuasi harga dalam jangka pendek. Ini sangat cocok untuk strategi investasi jangka panjang, di mana keuntungan diperoleh hanya jika harga aset naik.

Apa Itu Futures Trading?

Berbeda jauh dengan spot, futures trading adalah perdagangan kontrak yang merepresentasikan nilai aset kripto tertentu, bukan aset itu sendiri. Anda tidak benar-benar memiliki koinnya, melainkan bertaruh pada arah pergerakan harganya, baik naik (long) atau turun (short). Instrumen ini sangat populer di kalangan trader profesional karena adanya fitur leverage.

Leverage memungkinkan Anda mengendalikan posisi yang lebih besar dengan modal yang relatif kecil. Sebagai contoh, dengan leverage x10, modal Rp100 ribu bisa memberikan daya beli setara Rp1 juta. Jika Anda bertaruh harga naik (long) dengan modal Rp1 juta dan leverage x10, dan harga naik 5%, Anda bisa untung Rp500 ribu. Namun, risiko juga berbanding lurus. Apabila harga bergerak berlawanan arah dan turun 10% dari posisi Anda, Anda bisa mengalami likuidasi, artinya seluruh modal Anda akan hilang.

Perbandingan Spot Trading vs Futures Trading

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda