Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Ribuan Penggemar Antri Berjam-jam Hujan Deras Beli Tiket Vietnam vs Singapura

Ribuan Penggemar Antri Berjam-jam Hujan Deras Beli Tiket Vietnam vs Singapura
Penggemar sepak bola antri berjam-jam di Hanoi untuk membeli tiket pertandingan Vietnam melawan Singapura dalam ASEAN

Hanoi berubah menjadi lautan manusia di bawah langit yang tumpah ruah. Ribuan suporter sepak bola berdiri mematung di lapangan, mengabaikan air hujan yang mengguyur tanpa ampun sejak dini hari. Mereka tidak sedang berteduh. Mereka sedang berburu tiket.

Antrean mengular panjang di depan loket fisik Stadion Nasional My Dinh. Target mereka tunggal: tiket pertandingan fase grup ASEAN Cup 2026 antara tuan rumah Vietnam melawan Singapura. Meski suhu turun drastis dan sepatu mulai terendam lumpur, tak ada satu pun yang beranjak dari barisan.

Kondisi lapangan yang becek dan dingin tidak memadamkan gairah warga Hanoi. Banyak dari mereka datang membawa payung seadanya atau jas hujan plastik tipis yang nyaris tak berdaya menahan derasnya curah hujan. Pemandangan ini kontras dengan standar kenyamanan modern yang biasanya dituntut suporter. Namun di sini, di Vietnam, tiket pertandingan adalah segalanya.

Sistem Konvensional yang Menjadi Bumerang

Keputusan panitia penyelenggara menjual tiket secara langsung di loket fisik tanpa opsi pemesanan daring menjadi akar masalahnya. Strategi jadul ini justru memicu antusiasme massa yang meledak. Ribuan orang yang takut kehabisan kuota memilih datang langsung ke stadion sebelum matahari muncul.

Penyelenggara tampak kelabakan melihat lonjakan pengunjung yang tidak diprediksi sebelumnya. Mereka sempat tidak siap dengan lonjakan antrean yang memanjang hingga ke bahu jalan raya. Beberapa kategori kursi bahkan ludes terjual hanya dalam hitungan jam setelah loket dibuka. Riuh rendah sorak-sorai kekecewaan terdengar setiap kali petugas mengumumkan sisa ketersediaan tiket yang kian menipis.

Seorang suporter pria paruh baya terlihat menggigil di barisan depan, jemarinya memegang erat dompet berisi uang tunai. Ia mengaku sudah mengantre sejak pukul tiga pagi demi memastikan satu kursi untuk anaknya. “Saya tidak peduli basah kuyup. Ini sejarah bagi kami,” ujarnya singkat saat ditanya mengenai perjuangannya.

Daya Tarik ASEAN Cup

Laga Vietnam melawan Singapura memang bukan sekadar pertandingan biasa. Kedua negara memiliki catatan rivalitas panjang di turnamen paling bergengsi kawasan Asia Tenggara ini. Bagi masyarakat Vietnam, ASEAN Cup 2026 adalah panggung pembuktian supremasi sepak bola mereka di depan publik sendiri.

Singapura sendiri datang dengan skuat yang dianggap mampu memberikan perlawanan alot. Publik sepak bola regional tahu benar bahwa setiap pertemuan kedua tim ini hampir selalu berakhir dengan intensitas tinggi dan drama di atas lapangan. Tidak heran jika permintaan tiket melonjak tajam melampaui ekspektasi panitia lokal.

Akibat desakan massa yang terus membengkak, penyelenggara akhirnya terpaksa membuka beberapa titik penjualan tambahan. Langkah ini diambil untuk memecah kepadatan di satu titik saja sekaligus meredam potensi kericuhan yang dipicu rasa frustrasi karena kehabisan tiket. Namun, antrean di lokasi tambahan pun tidak kalah panjangnya.

Situasi ini sekaligus mengirim pesan tegas kepada pengelola sepak bola nasional Vietnam bahwa perilaku konsumen mereka telah berubah. Kemajuan teknologi informasi yang seharusnya bisa memudahkan proses pembelian tiket melalui aplikasi justru ditinggalkan demi skema konvensional yang justru menyiksa penggemar.

Hingga sore ini, hujan di Hanoi perlahan mulai mereda, namun ribuan orang masih tertahan di antrean. Bagi mereka yang berhasil menggenggam tiket, perjuangan berjam-jam di bawah badai akan segera terbayar lunas saat peluit *kick-off* ditiup. Untuk mereka yang gagal, hanya rasa kecewa yang dibawa pulang ke rumah, sambil menantikan pengumuman penjualan tiket sisa jika memang masih tersedia.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda