Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Commonwealth Games Hari Ketujuh: Re-race, Tari Tonga, Beckham

Commonwealth Games Hari Ketujuh
Commonwealth Games Hari Ketujuh

GLASGOW — Commonwealth Games hari ketujuh menyajikan campuran yang sulit ditebak: re-race nomor para atletik putri 1.500m T54, tarian Joshua Uikilifi dari Tonga usai angkatan sukses, dan sorotan di velodrome saat nama David Beckham kembali terdengar di arena olahraga besar.

Semua itu terjadi di Glasgow, dengan beberapa lomba juga memunculkan catatan dunia dan kemenangan emas yang mencuri perhatian.

Drama terbesar datang dari lintasan para atletik. Final women’s 1,500m T54 sempat kacau setelah Eliza Ault-Connell dari Australia terjatuh keras dalam kecelakaan yang juga menyingkirkan Noemi Alphonse, juara dunia asal Mauritius, dari persaingan.

Nandini Sharma dari Kanada, yang finis kedua di garis akhir, kemudian didiskualifikasi karena dianggap menyebabkan crash itu. Mikaela Dingley dari Australia sempat naik ke posisi perunggu, tetapi protes dari Australia dan Mauritius membuat keputusan itu kembali diputar ulang.

Commonwealth Games hari ketujuh dan keputusan re-race

Setelah banding Athletics Canada ditolak, otoritas memutuskan perlombaan harus diulang. Komentator bahkan menilai lomba itu seharusnya dihentikan saat kecelakaan terjadi. Sharma tidak akan turun ke start pada re-race tersebut, dan Kanada menyatakan kekecewaannya atas keputusan itu.

Dalam pernyataan yang dikutip sumber, juri menyebut, “Having considered the multiple appeals that were submitted, the Jury has decided that the disqualification will stand,” lalu menambahkan bahwa Athletics Canada menerima proses tersebut dan menantikan Sharma berlomba lagi di T53/54 400m.

Re-race dijadwalkan berlangsung pada Jumat pukul 7:24pm AEST. Buat cabang para atletik, momen seperti ini bukan sekadar soal siapa dapat medali. Ini menyentuh rasa adil dalam kompetisi, terutama saat satu insiden di lintasan bisa mengubah seluruh papan hasil. Bagi penonton, keputusan seperti ini membuat satu nomor lomba terasa jauh lebih panjang dari yang terlihat di layar.

Di velodrome, Australia tetap memberi warna lewat Tara Neyland. Ia mencatat waktu faktored 4:45.796 saat memuncaki kualifikasi women’s C4-C5 4,000m individual pursuit dan mencetak rekor dunia. Rata-ratanya 49.716km/h. Neyland lalu kembali ke trek dan meraih emas di final.

Atlet 32 tahun itu memang sudah punya pengalaman besar: tiga kali juara dunia di trek dan dua kali juara dunia di jalan raya. Nomor individual pursuit putri sendiri baru resmi bergeser dari 3,000m ke 4,000m pada 1 Januari 2025, jadi rekor baru masih terus berdatangan.

Kenapa momen unik ini mencuri perhatian

Bagian yang paling ringan justru datang dari angkat besi. Joshua Uikilifi dari Tonga menghibur penonton di SEC Armadillo dengan gerakan tari yang ia tampilkan setiap kali angkatan sukses.

Di kelas men’s 110kg, ia mencatat total 331kg dan finis keempat, di belakang Taniela Rainibogi dari Fiji yang merebut emas dengan Games record 378kg. Tapi ingatan banyak penonton jelas melekat pada suasana riuh dan tarian Uikilifi.

Kalau medali diberikan untuk ekspresi selepas angkatan, suasananya mungkin lain lagi.

Velodrome juga punya ceritanya sendiri. Nigeria menarik perhatian lewat seragam para pembalapnya yang disebut terinspirasi kit timnas sepak bola putra pada Piala Dunia 2018. Oyindamola Abdullahi Tijani dan pilot Okeyah Bethel tampil di men’s tandem B 1,000m time trial, lalu finis kelima di final.

Di media sosial, penampilan mereka langsung mendapat banyak sambutan. Emas jatuh ke tangan Skotlandia melalui Neil Fachie bersama pilot Aaron Pope, disusul James Ball dan Matthew Rotherham dari Wales, sementara Australia lewat Kane Perris dan Luke Zaccaria merebut perunggu.

Lalu ada nama yang bikin orang berhenti sebentar. David Beckham dan Ronaldo hadir di Sir Chris Hoy velodrome, meski bukan tokoh sepak bola yang biasa dikenal orang. David Beckham Elkatohchoongo tampil bersama Ronaldo Singh Laitonjam dan Rojit Singh Yanglem dalam skuad sprint India.

Nama mereka memang diambil dari idola sepak bola keluarga. Elkatohchoongo pernah bercerita kepada AFP pada 2023 di Asian Games bahwa ayahnya adalah mantan pesepak bola tim nasional dan sangat mengagumi David Beckham.

Sementara Laitonjam dinamai bukan dari Ronaldo, melainkan Ronaldinho, setelah sang ayah bertaruh dengan rekan kerja saat menyaksikan laga Brasil melawan Inggris di Piala Dunia 2002.

Meski nama mereka mengundang senyum, hasilnya tetap keras di lintasan. India finis ketujuh dan terakhir di kualifikasi.

Dari seluruh rangkaian hari itu, Glasgow seperti mengingatkan bahwa olahraga besar selalu punya dua sisi yang jalan bersamaan: drama teknis yang menentukan medali, dan momen manusiawi yang membuat arena terasa hidup.

Re-race di para atletik akan jadi fokus berikutnya, sementara sorotan di trek dan velodrome masih terus bergerak ke nomor-nomor lanjutan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda