Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga Emas Hari Ini 31 Juli 2026: Naik 0,58% Tembus 2,6 Juta

harga emas antam 31 juli 2026 rp2616000
Harga Emas Hari Ini 31 Juli 2026: Naik 0,58% Tembus 2,6 Juta. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga emas Antam kembali menguat signifikan pada Kamis, 31 Juli 2026, menembus level Rp2.616.000 per gram. Kenaikan sebesar Rp15.000 dari harga kemarin ini menjadi rekor baru sepanjang 2026 dan didorong oleh sejumlah faktor global.

Kenaikan ini tentu berdampak langsung pada para investor dan calon pembeli emas di Indonesia, yang harus merogoh kocek lebih dalam atau justru tersenyum melihat nilai asetnya bertambah.

Harga Emas Antam Terbaru 31 Juli 2026

Melansir data pukul 05.00 WIB, harga jual emas batangan Antam 1 gram berada di angka Rp2.616.000, naik 0,58% dari hari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback (harga beli kembali) Antam ditetapkan sebesar Rp2.381.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback tercatat Rp235.000.

Untuk ukuran lain, harga emas Antam diperkirakan sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1.308.000
  • 2 gram: Rp5.232.000
  • 3 gram: Rp7.848.000

Perbandingan Harga Emas 1 Gram: Antam, UBS, Galeri24 & Emas Dunia

Berikut perbandingan harga emas 1 gram dari berbagai penyedia dan harga emas dunia per 31 Juli 2026:

Produk Harga Jual (1 Gram) Harga Beli/Buyback (1 Gram) Keterangan
Antam Rp2.616.000 Rp2.381.000 Acuan nasional
UBS Rp2.444.000 Rp2.300.000 Paling murah untuk beli
Galeri24 Pegadaian Rp2.595.000 Rp2.433.000 Buyback tertinggi
Emas Dunia/gram Rp2.385.021 Harga spot acuan

Dari data di atas, emas merek UBS menawarkan harga jual termurah, yakni Rp2.444.000 per gram. Di sisi lain, Galeri24 Pegadaian memberikan harga buyback tertinggi sebesar Rp2.433.000.

Penyebab Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas ini tak lepas dari beberapa sentimen global:

  1. Dolar Melemah Tipis: Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR) turun ke level Rp18.073. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan permintaan.
  2. Spekulasi Pemotongan Suku Bunga The Fed: Pasar finansial semakin yakin Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan pada September 2026. Emas cenderung diminati saat suku bunga rendah karena aset ini tidak memberikan imbal hasil tetap, sehingga biaya peluang memegang emas berkurang.
  3. Ketidakpastian Global: Gejolak geopolitik dan ekonomi global membuat investor mencari aset “safe haven” seperti emas untuk melindungi nilai portofolio mereka dari risiko.
Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda