Raksasa teknologi asal China, Alibaba, resmi menggebrak pasar perangkat wearable dengan melepas kacamata pintar Quark AI Glasses. Langkah berani ini sengaja mereka ambil untuk menyenggol dominasi Meta dan Xiaomi yang belakangan makin getol merajai pasar kacamata pintar global.
Alibaba ingin memastikan kecerdasan buatan mereka tidak cuma berkutat di server raksasa, tapi benar-benar nangkring di wajah penggunanya.
Kacamata ini resmi dipajang di etalase digital Tmall sejak 24 Oktober 2025. Perusahaan mematok harga normal di angka 4.699 yuan atau sekitar Rp10,8 juta.
Namun, bagi peminat yang sudah mengamankan pesanan lewat skema pra-penjualan, harganya lebih ramah di kantong, yakni 3.999 yuan atau setara Rp9,2 juta. Kabar baik bagi mereka yang sudah membayar, unit dijadwalkan mulai mendarat di tangan pelanggan pada Desember 2025.
Integrasi Otak Qwen
Quark AI Glasses bukan sekadar aksesori modis. Perangkat ini menjadi senjata pertama Alibaba yang menyematkan model bahasa besar (LLM) Qwen secara utuh. Bayangkan, ada asisten pintar yang selalu siap membantu di balik lensa kacamata Anda. Fitur-fitur esensial sudah disiapkan matang.
Mulai dari panggilan telepon bebas genggam, memutar musik favorit, hingga penerjemahan bahasa secara real-time saat Anda sedang mengobrol dengan orang asing di luar negeri.
Kemampuan ini terang-terangan menantang kacamata pintar besutan Meta yang berkolaborasi dengan Ray-Ban. Juru bicara Alibaba Cloud Intelligence menegaskan, kacamata ini dirancang untuk menciptakan pengalaman AI yang lebih intuitif.
Mereka ingin AI bukan lagi sekadar teks di layar komputer, melainkan pendamping yang efisien dalam aktivitas harian. Pengguna bisa berinteraksi lebih alami tanpa harus selalu menunduk menatap layar ponsel.
Ambisi di Luar Sektor Bisnis
Selama ini, Alibaba lebih dikenal sebagai pemain kelas berat di sektor komputasi awan. Namun, peluncuran Quark AI Glasses menjadi sinyal kuat bahwa mereka mulai bergeser ke arah konsumen akhir atau B2C.
Dalam setahun terakhir, perusahaan asal Hangzhou ini memang sangat agresif meluncurkan deretan model AI terbaru. Strategi ini bukan tanpa alasan, mereka butuh penguatan di divisi cloud computing yang jadi tulang punggung bisnis mereka selama ini.
Tidak hanya perangkat keras yang jadi fokus. Alibaba juga menyuntikkan fitur AI Chat Assistant langsung ke dalam aplikasi Quark. Fitur ini bertenaga model Qwen3 yang sangat mumpuni untuk berbagai tugas. Pengguna bisa melakukan percakapan via teks maupun suara hanya dengan satu antarmuka sederhana.
Tak cuma untuk bertanya, AI ini bisa menyunting foto, memecahkan masalah matematika atau logika lewat foto, hingga menulis draf teks secara otomatis.
Manuver ini tentu jadi respons langsung atas panasnya persaingan dengan ChatGPT dari OpenAI. Perang kecerdasan buatan di ranah konsumen kini bukan cuma soal siapa yang paling pintar menjawab, tapi siapa yang bisa menyatu paling baik dengan kehidupan sehari-hari.
Alibaba sadar betul, menggabungkan perangkat keras canggih dan ekosistem perangkat lunak yang matang adalah satu-satunya cara untuk mengamankan posisi mereka di masa depan.
Kini bola ada di tangan konsumen. Apakah kacamata seharga sembilan jutaan ini mampu mengubah kebiasaan pengguna sehari-hari, atau hanya akan berakhir sebagai gadget mahal yang jarang dipakai? Penjualan perdana pada Desember mendatang akan menjadi ujian nyata bagi Alibaba untuk membuktikan apakah teknologi Qwen benar-benar punya daya tarik di mata pengguna global.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.