Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
KESEHATAN

Apa yang Terjadi di Dalam Otak Saat Kamu Marah?

Ilustrasi penampang otak yang menunjukkan amigdala menyala terang saat marah, sementara korteks prefrontal meredup, lalu
Apa yang Terjadi di Dalam Otak Saat Kamu Marah?. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pernahkah kamu merasa tiba-tiba panas dingin, jantung berdebar kencang, dan seketika kehilangan kendali atas ucapan serta tindakan? Rasa marah yang meledak itu bukan sekadar perasaan. Di balik kemarahan, terjadi proses luar biasa di dalam otak yang berlangsung sangat cepat bahkan lebih cepat daripada kemampuan kita untuk berpikir.

Sinyal Ancaman Langsung Masuk ke “Alarm Otak”

Di kedalaman otak terdapat bagian kecil berbentuk seperti kacang almond yang disebut amigdala. Bagian inilah yang berperan sebagai sensor ancaman sekaligus tombol darurat tubuh. Begitu mata atau telinga menangkap sesuatu yang dianggap mengancam, menyakiti, atau tidak adil, amigdala langsung menyala dan mengambil alih kendali.

Proses ini terjadi dalam hitungan milidetik lebih cepat daripada sinyal yang dikirim ke bagian otak untuk berpikir. Itulah sebabnya sering kali kita marah duluan, baru kemudian menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

Akal Sehat Sementara “Disesel”

Di bagian depan dahi terdapat pusat pengendali yang disebut korteks prefrontal. Bagian inilah yang berfungsi berpikir logis, menimbang konsekuensi, memahami perasaan orang lain, dan menahan diri agar tidak bertindak berlebihan.

Namun saat amigdala mendeteksi ancaman, ia menekan kerja korteks prefrontal. Akibatnya:

1. Pikiran menjadi sempit dan hanya fokus pada hal yang memicu kemarahan

2. Sulit melihat sudut pandang lain atau memahami alasan pihak lain

3. Ucapan dan tindakan keluar tanpa disaring atau dipikirkan dampaknya

4. Ingatan bisa terasa kabur atau justru terlalu tajam pada hal-hal yang menyakiti hati

Singkatnya: saat marah memuncak, akal sehat sementara tidak memegang kendali.

Tubuh Ikut Berubah Karena Hormon Stres

Saat amigdala menyala, ia segera memberi perintah untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol ke seluruh aliran darah. Dalam seketika, tubuh berubah menjadi siaga penuh:

1. Jantung berdetak lebih cepat dan napas menjadi lebih dalam

2. Otot menegang bersiap untuk bertindak

3. Suhu tubuh naik, wajah memerah, tangan berkeringat

4. Pendengaran dan penglihatan menyempit, fokus hanya pada “ancaman” di depan mata

Inilah respons alami tubuh yang sejak purba disiapkan untuk menghadapi bahaya siap melawan atau lari secepat mungkin. Masalahnya, di masa kini yang menjadi “ancaman” sering kali bukan harimau, melainkan kata-kata, ketidakadilan, atau ketidaksenangan. Namun tubuh tetap merespons seolah-olah sedang dalam bahaya nyata.

Mengapa Butuh Waktu Agar Kembali Tenang?

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda