Minggu, 2 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Bantul Creative Expo 2026

Suasana pengunjung melihat produk UMKM di Bantul Creative Expo 2026
Pengunjung memadati area pameran produk UMKM dalam perhelatan Bantul Creative Expo 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (1/8/2026). (Ilustrasi: AI)

Stadion Sultan Agung di Bantul mendadak berubah wajah. Deretan tenda pameran memenuhi pelataran stadion sejak Sabtu (1/8/2026), menjadi magnet bagi ribuan warga yang ingin merayakan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul. Suasana riuh rendah oleh tawar-menawar harga dan obrolan antarpengunjung, menandai dimulainya Bantul Creative Expo 2026 yang akan berlangsung selama sembilan hari ke depan.

Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memadati lokasi ini. Mereka bukan cuma datang untuk berjualan, tapi benar-benar memamerkan karya terbaik mulai dari kerajinan tangan khas hingga produk kuliner olahan lokal. Bagi para perajin, panggung ini adalah kesempatan emas.

Mereka bisa langsung bertatap muka dengan pembeli, mendengar respons konsumen, hingga membangun jaringan bisnis yang lebih luas.

Target Transaksi yang Ambisius

Pemerintah Kabupaten Bantul memasang target cukup tinggi tahun ini. Mereka mematok angka Rp2,3 miliar sebagai target transaksi selama gelaran berlangsung. Angka ini bukan sekadar target di atas kertas. Pemerintah berharap perputaran uang di sektor riil bakal melonjak drastis, memberikan suntikan energi segar bagi pelaku bisnis yang sempat lesu karena persaingan pasar yang kian tajam.

Setiap stan terlihat berusaha menarik perhatian pengunjung dengan tampilan semenarik mungkin. Ada yang menata produk kerajinannya dengan lampu dekoratif hangat, ada pula penjual makanan yang membiarkan aroma masakan mereka menyeruak ke sepanjang lorong pameran. Siasat ini lazim dilakukan untuk memancing minat warga yang datang menikmati suasana sore di stadion.

Dinamika ekonomi di Bantul ini sebenarnya adalah cerminan dari apa yang terjadi di banyak daerah lain di Indonesia. Dari Festival Bunga dan Buah di Kabupaten Karo hingga berbagai perhelatan serupa di Papua Pegunungan serta Mimika, pola kegiatannya mirip. Pemerintah daerah menyediakan ruang, pelaku usaha mengisi dengan karya, dan masyarakat merespons dengan daya beli.

Ekonomi Kerakyatan Jadi Andalan

Narasi besarnya tetap satu: ekonomi kerakyatan. Sektor ekonomi kreatif nasional saat ini memang terbukti punya otot yang kuat. Data tahun 2025 mencatat sektor ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 27,4 juta orang. Itu artinya, hampir 19 persen dari total angkatan kerja di tanah air menggantungkan hidupnya pada kreativitas dan usaha mandiri.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda