JAKARTA — Nama Kenny Tete kini menjadi sorotan hangat bagi publik sepak bola tanah air. Bek tangguh yang saat ini berkarier di Premier League bersama Fulham tersebut mengungkapkan pandangannya mengenai potensi berkarier di Liga Indonesia di masa depan.
Pemain kelahiran Amsterdam, 9 Oktober 1995, ini memang memiliki ikatan darah dengan Indonesia. Ibunya, Natascha Simon, berasal dari keluarga berdarah Nias dan Jakarta. Hal ini membuat banyak pihak berharap sang pemain bisa menjadi tambahan kekuatan bagi Skuad Garuda di masa depan, mengingat rekam jejak impresifnya di kompetisi Eropa.
Kedekatan dengan Pemain Timnas
Kenny Tete tidak menampik bahwa ia mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. Ia bahkan mengaku memiliki kedekatan personal dengan beberapa pemain keturunan yang saat ini sudah berseragam Merah Putih, seperti Thom Haye dan Sandy Walsh. Pengalaman merumput di Belanda mempertemukan mereka dalam berbagai kesempatan.
Kedekatan dengan Thom Haye, misalnya, terjalin sejak mereka sama-sama membela Timnas Belanda di kelompok usia. “Kami juga sempat menjadi rival saat bermain di Eredivisie, ketika saya membela Ajax Amsterdam dan dia memperkuat AZ Alkmaar,” ujar Kenny dalam sebuah wawancara.
Pandangan terhadap Karier di Indonesia
Saat disinggung mengenai peluang bermain di kompetisi tanah air, pemain yang ikut membawa Fulham menjuarai Championship musim 2021/2022 ini tidak menutup pintu. Bagi Kenny, bermain di Indonesia bisa menjadi opsi yang menarik untuk dipertimbangkan seiring dengan bertambahnya usia karier profesionalnya nanti.
Selain soal karier pribadi, Kenny juga memberikan apresiasi terhadap ambisi besar Timnas Indonesia. Ia berharap skuad asuhan pelatih tersebut bisa menembus panggung tertinggi sepak bola dunia di masa mendatang.
“Saya rasa apa yang mereka coba capai untuk ke Piala Dunia, sayangnya mereka tidak bisa melakukannya. Tapi saya berharap Indonesia suatu hari bisa tampil di Piala Dunia. Untuk rakyatnya, untuk negara, itu akan menyenangkan,” tuturnya seperti dikutip dari kanal YouTube Sport77.
Sejak memulai karier di akademi Ajax Amsterdam, Kenny Tete telah mencatatkan perjalanan yang luar biasa. Ia pernah merasakan gelar juara Eredivisie musim 2013/2014 saat baru berusia 18 tahun, sebelum akhirnya mencoba peruntungan di Ligue 1 bersama Olympique Lyon pada 2017.
Total 144 penampilan dengan torehan lima gol dan sepuluh assist selama enam musim di Fulham menjadi bukti bahwa kualitasnya masih sangat terjaga di level kompetitif tertinggi dunia.
Bagi suporter di Indonesia, pernyataan Kenny ini tentu memberikan harapan baru. Meski belum ada langkah konkret, keterbukaan sang pemain untuk mempertimbangkan Liga Indonesia menjadi sinyal positif di tengah tren kembalinya para pemain keturunan untuk membela tanah air.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.