Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Mengenang Sosok Trisno PAS Band, Bassis Legendaris yang Tutup Usia di 55 Tahun

Mengenang Sosok Trisno PAS Band, Bassis Legendaris yang Tutup Usia di 55 Tahun
Mengenang Sosok Trisno PAS Band, Bassis Legendaris yang Tutup Usia di 55 Tahun

Hubungan kakak-beradik itu memberi dimensi tersendiri. Ada ikatan keluarga, ada juga kerja kreatif yang berjalan lama. Di banyak grup musik, kombinasi seperti ini tidak selalu mudah dijaga. Namun pada PAS Band, keduanya justru menjadi salah satu kekuatan yang membuat band itu bertahan.

Guru bahasa Jerman di balik nama besar panggung

Di luar dunia musik, Trisno menempuh jalan yang berbeda. Ia dikenal sebagai seorang guru bahasa Jerman. Informasi ini membuat sosoknya terasa lebih lengkap, karena ia tidak hanya hidup dari panggung dan studio, tetapi juga dari ruang kelas.

Itu pula yang membuat kabar wafatnya terasa berat. Trisno meninggalkan dua dunia yang sama-sama dekat dengannya: musik dan pendidikan. Dari satu sisi ia dikenang sebagai bassis legendaris, dari sisi lain ia juga hadir sebagai pendidik.

Bagi publik, kisah seperti ini penting karena menunjukkan bahwa perjalanan seorang musisi tidak selalu berhenti di panggung. Ada kerja sunyi, ada profesi lain, ada kehidupan sehari-hari yang jarang terlihat. Trisno memperlihatkan itu tanpa banyak sorotan.

Wajah seperti inilah yang sering membuat kabar duka terasa lebih dalam. Orang tidak hanya kehilangan nama di daftar personel band. Mereka kehilangan sosok yang punya rutinitas, peran, dan kontribusi di dua ruang yang berbeda.

Kabar kritis di ICU sebelum Trisno PAS Band berpulang

Sebelum kabar wafatnya diumumkan, kondisi Trisno sempat dikabarkan menurun hingga harus menjalani perawatan di ruang ICU. Kabar itu disampaikan Sandy melalui unggahan di Instagram sebelum Trisno meninggal dunia.

Informasi tersebut memberi gambaran bahwa kepergian Trisno tidak datang tanpa tanda. Ada masa ketika kondisi kesehatannya sudah menjadi perhatian, dan kabar dari ICU lebih dulu membuat banyak orang waspada menunggu perkembangan.

Bagi para penggemar musik, kabar semacam ini biasanya hadir cepat dan menyebar luas. Tetapi yang bertahan justru ingatan tentang karya. Dalam kasus Trisno, ingatan itu menempel pada bunyi bass, pada kerja panjang bersama PAS Band, dan pada perjalanan seorang guru yang tetap aktif di luar panggung.

Kehilangan Trisno PAS Band juga berarti kehilangan salah satu figur yang membantu menjaga kesinambungan band rock lintas generasi. Di saat banyak grup datang dan pergi, ia menjadi bagian dari nama yang terus bertahan.

Kepergiannya pada 1 Agustus 2026 menutup perjalanan panjang seorang musisi yang lahir di Bandung, tumbuh bersama PAS Band, lalu menjalani hidup dengan dua peran sekaligus. Dari panggung ke ruang kelas. Dari dentuman bass ke pelajaran bahasa Jerman. Dan di tengah kabar duka itu, satu kalimat yang paling menempel tetap sama: Trisno adalah bagian penting dari sejarah PAS Band.

VIVA menulis, Trisno dikenal sebagai bassis PAS Band yang telah melahirkan banyak karya, dan kabar wafatnya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan-rekan satu band, serta para pencinta musik Tanah Air.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda