JAKARTA — Nama Dean Zandbergen kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung skuad Garuda. Striker keturunan Depok ini sempat santer dikaitkan dengan proses naturalisasi Timnas Indonesia, namun hingga kini statusnya masih menggantung di tengah kehadiran nama-nama baru di lini serang.
Publik sepak bola tanah air kini lebih banyak menyoroti keberhasilan federasi dalam merampungkan naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker. Kehadiran Baker, striker berusia 19 tahun, dianggap menjadi solusi instan bagi kebutuhan kedalaman skuad asuhan pelatih.
Ketajaman Baker yang langsung teruji dengan torehan gol di ajang Piala AFF 2026 membuat posisi Zandbergen seolah berada di persimpangan jalan.
Penyerahan Proses ke Keluarga
Zandbergen sendiri tidak menampik bahwa proses kepindahannya menjadi warga negara Indonesia tidak sepenuhnya berada dalam kendali langsungnya. Dalam perbincangan di kanal YouTube Yussa Nugraha, ia menegaskan bahwa seluruh administrasi dan komunikasi terkait naturalisasi telah diserahkan sepenuhnya kepada sang ayah.
“Ayahku dia yang atur semua hal tentang itu. Aku sendiri tidak terlalu mengurus itu karena kalau aku ikut mengurus nanti fokusnya terbelah. Jadi setelah itu, aku serahkan semua proses ke ayahku,” ungkap Zandbergen.
Meski tidak memberikan kepastian kapan proses ini akan tuntas, ia mencoba menepis kabar bahwa pergerakan naturalisasinya mengalami kebuntuan. Zandbergen tetap menunjukkan optimisme tinggi terkait peluangnya untuk bisa mengenakan seragam Merah-Putih di masa depan. “Aku tidak bisa katakan itu dengan 100 persen, tetapi prosesnya tidak diam di tempat. Itu yang bisa aku katakan,” tambahnya.
Fokus di Liga Belanda
Di luar isu naturalisasi, Zandbergen saat ini sedang menjalani periode positif bersama klubnya, VVV Venlo. Setelah menorehkan catatan impresif dengan 11 gol dan 3 assist di musim lalu, ia kini menjadi sosok sentral dalam persiapan tim menghadapi musim baru.
Konsistensi performanya bahkan membuatnya dipercaya mengemban ban kapten dalam sejumlah laga pra-musim. Zandbergen tercatat memimpin rekan-rekannya saat menghadapi KAS Eupen, Fortuna Koln, hingga OH Leuven. Walaupun status kapten tersebut bersifat sementara, kepercayaan pelatih VVV Venlo menjadi bukti nyata atas kualitas dan pengaruhnya di atas lapangan.
Bagi pendukung Timnas Indonesia, situasi Zandbergen ini memunculkan harapan sekaligus tanda tanya besar mengenai rencana jangka panjang sektor penyerang timnas. Dengan deretan striker yang ada saat ini, persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad utama dipastikan akan semakin ketat, terutama setelah melihat penampilan impresif pemain-pemain naturalisasi terbaru di ajang internasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.