Selasa, 4 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Thom Haye: Otak Serangan Indonesia di AFF Cup 2026

Thom Haye
Thom Haye

JAKARTA — Thom Haye tidak memukau dengan kecepatan atau dribel mencolok, namun tinier vef Indonesia itu telah menjadi pengatur irama yang mengubah cara tim bermain di ASEAN Cup 2026. Setelah dua pertandingan pertama, nomor 19 Indonesia telah mencetak satu gol dan tiga assist—jumlah peluang tercipta terbanyak di turnamen.

Pokok Peristiwa

Nilai sejati Haye terletak pada momen-momen tenang. Sekali pun tubuhnya hanya bergeser untuk lolos dari tekanan, atau sebuah umpan pendek memutar arah serangan, Haye mampu mengubah tatanan permainan Indonesia secara fundamental.

Pers Belanda pernah menjuluki tippen 31 tahun ini “Beckham-nya Heerenveen” karena kemampuan mengumpan dan menguasai situasi set piece—deskripsi yang melebih-lebihkan, namun akurat menangkap kekuatan utamanya.

Indonesia selama bertahun-tahun memiliki pemain cepat, kuat, dan kompetitif, tetapi jarang memiliki seseorang yang cukup tenang mengendalikan tempo.

Haye membawa sesuatu yang hilang: kemampuan membaca ruang kosong sebelum bola tiba, mengurangi satu langkah pemrosesan, dan mempercepat aliran serangan. Dia bisa mengumpan pendek maupun panjang, dan ketika mendapat ruang, kebiasaan mengamati dulu memberinya keunggulan taktis.

Pelatih John Herdman tidak membatasi Haye pada posisi gelandang organisir. Dia bisa dimajukan menjadi gelandang serang, bergeser ke sayap, atau masuk ke area penalti. Fleksibilitas ini membuat Haye sulit dikawal ketat—ketika lawan mengirim pemain untuk mengikuti, dia bisa bergeser ke lorong dalam dan menciptakan ruang bagi rekan satu tim.

Pendidikan di akademi Belanda, termasuk dua gelar juara Eropa di level U17, memberikan Haye pemahaman posisi yang mendalam. Dia pernah bermain untuk tim-tim muda Belanda dari U15 hingga U21, kemudian menghabiskan bertahun-tahun di Eredivisie.

Konteks

Pengalaman ini sangat berharga bagi skuad Indonesia yang beragam latar belakang pemainnya—Haye menjadi mata rantai yang menghubungkan atlet-atlet berbakat yang pernah dilatih di lingkungan bola eropa dengan sisanya.

Kekuatan maksimal Haye muncul saat dia menerima bola dalam posisi menguntungkan, bisa melirik papan lawan. Satu umpan darinya cukup untuk membuka pertahanan. Namun, melawan Vietnam—juara bertahan dengan tekan-ketat yang terstruktur—kondisinya akan berbeda.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda