Selasa, 4 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Triumphal Arch Trump: Terlalu Besar, Ancam Landmark Ikonik Washington

Triumphal Arch Trump
Triumphal Arch Trump

WASHINGTON — Rencana pembangunan triumphal arch atau gapura kemenangan setinggi 250 kaki (sekitar 76 meter) di Washington D.C. kini memicu perdebatan sengit. National Park Service (NPS) merilis kajian yang menyatakan bahwa monumen raksasa ini berpotensi memberikan dampak merugikan pada hampir 40 situs bersejarah di area ibu kota Amerika Serikat.

Pokok Peristiwa

Proyek yang digadang-gadang sebagai simbol perayaan 250 tahun Amerika ini dinilai memiliki skala yang terlalu masif.

Menurut evaluasi NPS, struktur tersebut akan mengubah lanskap visual secara drastis, mengganggu pemandangan dari titik-titik krusial seperti Lincoln Memorial, Washington Monument, hingga Arlington National Cemetery.

Para pengamat mencatat bahwa ketinggian gapura ini bahkan melampaui batasan aturan pembangunan gedung di ibu kota dan dua kali lipat lebih tinggi dari Lincoln Memorial yang berada di dekatnya.

Kritik tajam datang dari berbagai pihak, termasuk perencana pelestarian sejarah dari Arlington County, Mical Durak. Ia menegaskan bahwa ukuran dan massa gapura tersebut dianggap tidak sesuai dengan konteks sejarah di sekitarnya. Lebih jauh lagi, Roger W.

Konteks

Kirchen, pejabat pelestarian sejarah negara bagian Virginia, menyebut dalam suratnya bahwa dampak buruk ini justru terlihat seperti desain yang disengaja. Tujuannya disebut-sebut untuk mendominasi lanskap monument yang sudah ada sejak lama.

Di balik kontroversi tersebut, pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri tetap membela visi tersebut. Juru bicara menyatakan bahwa monumen ini dirancang untuk menumbuhkan kebanggaan nasional serta merayakan pencapaian rakyat Amerika.

Gedung Putih juga menambahkan bahwa gapura ini kelak akan menjadi salah satu landmark paling ikonik di dunia dan memberikan makna mendalam bagi para veteran serta keluarga mereka yang telah berkorban bagi bangsa.

Proses peninjauan di bawah Section 106 dari Undang-Undang Pelestarian Sejarah Nasional (National Historic Preservation Act) kini menjadi tahapan krusial bagi proyek ini.

Dampak dan Langkah Berikutnya

National Capital Planning Commission dijadwalkan akan mengadakan pertemuan paling cepat pada awal September untuk menentukan nasib final pembangunan tersebut.

Meski NPS diwajibkan mencari cara untuk memitigasi dampak merugikan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa pemerintah akan mengecilkan ukuran atau memindahkan lokasi monumen tersebut.

Dampak dari pembangunan ini melampaui sekadar estetika fisik. Bagi masyarakat dan pemerhati sejarah, kekhawatiran utamanya terletak pada hilangnya nilai simbolis dari hubungan antara Lincoln Memorial dan rumah bersejarah Robert E. Lee.

Sebuah kelompok veteran perang Vietnam bahkan sempat mengajukan tuntutan hukum untuk menghentikan proyek ini, dengan alasan bahwa ekspresi dominasi visual tersebut justru mengaburkan semangat nilai-nilai pengabdian dan pengorbanan yang seharusnya dijunjung tinggi di kawasan Arlington.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda