DUBLIN — Arsenal menelan kekalahan pertama dalam rangkaian pramusim mereka setelah takluk 1-3 dari Real Betis di Stadion Aviva, Dublin. Laga yang disaksikan oleh 50.000 penonton ini menjadi catatan evaluasi penting bagi skuad asuhan Mikel Arteta sebelum kompetisi resmi dimulai.
Masalah bagi The Gunners bermula dari kesalahan individu kiper Kepa Arrizabalaga. Kegagalannya mengantisipasi bola sepak pojok memberikan celah bagi Rodrigo Riquelme untuk mencetak gol pembuka di tiang jauh. Situasi semakin sulit bagi Arsenal setelah Nelson Deossa menggandakan keunggulan Real Betis lewat tendangan jarak jauh yang memukau.
Evaluasi Lini Tengah Arsenal
Meskipun Piero Hincapie sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Christos Tzolis, Arsenal gagal mengimbangi dominasi lawan. Laga ini menunjukkan celah di lini tengah, terutama dalam hal perlindungan pertahanan saat transisi.
Lewis-Skelly, yang bermain sebagai nomor 6, tampil cukup baik dengan mencatatkan 70 dari 74 operan sukses. Namun, kehadirannya belum mampu memberikan jaminan stabilitas pertahanan selevel Declan Rice atau Martin Zubimendi.
Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa klub sangat agresif mengejar tanda tangan Bruno Guimaraes dari Newcastle. Klub dilaporkan telah menyepakati nilai transfer sebesar £75 juta untuk sang gelandang. Kehadiran Guimaraes diharapkan mampu memberikan kedalaman skuad serta kualitas elit yang sangat dibutuhkan oleh juara bertahan Liga Inggris tersebut.
Arteta sendiri tidak menutupi kekecewaannya pasca pertandingan. Menurutnya, standar permainan tim, terutama di area kotak penalti sendiri, masih jauh dari ekspektasi untuk memenangkan pertandingan melawan tim kuat seperti Real Betis. Ia mengakui ada beberapa kesalahan dalam penguasaan bola yang berujung pada gol lawan.
“Selalu kecewa ketika Anda kalah dalam pertandingan sepak bola. Kami ingin bermain dengan baik dan bersaing dengan baik. Kami berhasil melakukan yang pertama, tetapi bagian kompetisi, terutama di sekitar kotak penalti, tidak sesuai dengan standar kami,” ujar Mikel Arteta kepada Premier Sports.
Meskipun hasil pramusim sering kali dianggap tidak menentukan hasil akhir musim, kekalahan ini memberikan cambuk bagi para pemain. Arteta menambahkan bahwa lebih baik kebobolan karena kesalahan di laga persahabatan daripada saat pertandingan resmi. Kini, sang manajer memiliki bahan pemikiran serius untuk membenahi keseimbangan tim di seluruh lini sebelum musim liga bergulir.
Pertandingan ini juga menjadi momen perdana bagi pemain internasional Brasil, Gabriel dan Gabriel Martinelli, untuk tampil setelah libur panjang. Meski begitu, ketiadaan beberapa pemain kunci seperti Martin Odegaard yang masih menjalani tugas internasional membuat Arsenal belum tampil dengan kekuatan penuh.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.