Jumat, 7 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Trump Kritik Jeanine Pirro soal Kasus Lincoln Memorial, Ogah Memecat

Lincoln Memorial Reflecting Pool dalam proses renovasi di Washington DC
Area Lincoln Memorial Reflecting Pool yang menjadi pusat sengketa Presiden Trump dan pihak kejaksaan. (Ilustrasi: AI)

WASHINGTON — Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan memecat jaksa federal Jeanine Pirro, meskipun dirinya mengecam keras keputusan sang jaksa untuk membatalkan dakwaan terhadap David Hearn.

Kasus ini bermula ketika Hearn, seorang mantan atlet olimpiade, dituduh melakukan vandalisme di Lincoln Memorial Reflecting Pool, sebuah tuduhan yang kini menjadi silang pendapat antara Gedung Putih dan pihak kejaksaan.

Trump menyebut tindakan Pirro sebagai langkah yang tidak masuk akal. Dalam sebuah wawancara telepon dengan NBC News, ia menegaskan bahwa kerusakan pada kolam tersebut adalah hasil dari tindakan vandalisme nyata, bukan kesalahan teknis seperti yang dilaporkan dalam dokumen pengadilan.

Meski kecewa berat dengan keputusan hukum tersebut, Trump tetap berpendapat bahwa kesalahan dalam pengambilan keputusan tidak serta-merta berujung pada pemecatan.

Konflik Data dan Proyek Renovasi

Pihak kejaksaan melalui dokumen resmi justru mengungkapkan fakta berbeda. Pirro menyatakan bahwa kerusakan pada pelapis kolam disebabkan oleh kegagalan instalasi kontraktor pilihan Gedung Putih, Atlantic Industrial Coatings LLC. Pengacara Hearn telah meminta agar kasus ini dihentikan secara permanen, dengan alasan bahwa kerusakan tersebut mustahil dikaitkan dengan vandalisme.

Masalah pada kolam sepanjang 2.030 kaki ini semakin rumit mengingat biaya yang telah dikeluarkan pemerintah. Hingga saat ini, anggaran yang terserap mencapai Rp14,7 juta (dalam satuan USD merujuk pada catatan federal), padahal awalnya proyek ini direncanakan selesai dengan biaya Rp1,5 juta saja.

Fasilitas yang seharusnya dilengkapi teknologi canggih untuk mengatasi masalah alga tersebut justru mengalami kerusakan struktural, dengan bagian pelapis yang mengelupas tidak lama setelah pengerjaan selesai.

Dampak bagi Kepercayaan Publik

Perseteruan ini mengungkap celah komunikasi antara Departemen Dalam Negeri dan tim hukum pemerintah. Pirro sendiri sempat menuding bahwa pihaknya tidak menerima informasi yang lengkap terkait kasus ini.

Bagi publik dan industri konstruksi pemerintah di Amerika, situasi ini menyoroti risiko tata kelola proyek infrastruktur yang dipaksakan.

Penggunaan kontraktor pilihan tanpa pengawasan teknis yang ketat tidak hanya berpotensi membengkakkan anggaran, tetapi juga menciptakan kekacauan hukum ketika terjadi sengketa di lapangan.

Ketegangan ini menjadi pengingat bahwa transparansi dalam penggunaan dana negara sangat krusial. Ketika klaim vandalisme digunakan untuk menutupi kesalahan teknis atau kegagalan kontraktor, kredibilitas pemerintah menjadi taruhannya.

Hingga saat ini, belum ada langkah lanjutan dari pihak Gedung Putih terkait tindak lanjut teknis perbaikan kolam selain desakan Trump agar hukum tetap ditegakkan atas dasar pandangannya sendiri.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda