Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Blok Masela: Menguji Janji Kemakmuran dari Timur

Blok Masela
Blok Masela

AMBON — Proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela kini memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada dalam ketidakpastian. Dengan nilai investasi mencapai US$21 miliar, proyek ini digadang-gadang menjadi motor utama ketahanan energi nasional sekaligus tulang punggung hilirisasi gas di Indonesia.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan target kapasitas produksi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, serta 35.000 barel kondensat per hari.

Pemerintah menetapkan kebijakan strategis terkait distribusi output tersebut. Sebanyak 60 persen dari total produksi gas akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sisanya, maksimal 40 persen, disiapkan untuk pasar ekspor. Alokasi domestik ini nantinya akan menyuplai kebutuhan industri, pembangkit listrik, hingga jaringan gas rumah tangga.

Mengurai Tantangan Ekonomi Regional

Investasi jumbo tersebut diharapkan mampu memberikan efek pengganda atau multiplier effect bagi perekonomian. Namun, realitas di lapangan sering kali berbeda. Banyak daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah justru terjebak dalam fenomena kutukan sumber daya atau resource curse.

Pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut terkadang tidak inklusif, di mana manfaat ekonomi lebih banyak terserap oleh pihak luar dibandingkan masyarakat lokal.

Dosen Teknologi Hasil Perikanan Universitas Dr. Djar Wattiheluw (UNIDJAR) Masohi, Muhammad Rizky Umarella, menyoroti pentingnya kualitas institusi dalam mengelola kekayaan alam. Mengacu pada pemikiran Daron Acemoglu dan James A.

Robinson, kemakmuran tidak lahir dari jumlah komoditas, melainkan dari tata kelola yang inklusif dan transparan. Tanpa institusi yang kuat, kekayaan dari Blok Masela berisiko hanya memperlebar ketimpangan alih-alih mengentaskan kemiskinan di Maluku.

Salah satu kekhawatiran utama adalah risiko terciptanya enclave economy. Dalam model ini, fasilitas produksi modern hanya terhubung dengan pasar global namun memiliki keterkaitan yang lemah dengan ekonomi rakyat di sekitarnya.

Tantangannya kini terletak pada kemampuan pemerintah dan pengembang proyek untuk memastikan masyarakat Maluku menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.

Kapasitas tenaga kerja lokal serta akses bagi UMKM daerah dalam rantai pasok proyek menjadi indikator keberhasilan yang jauh lebih esensial dibanding sekadar angka produksi.

Menjaga Ruang Hidup Nelayan

Selain aspek ekonomi, dampak sosial dan lingkungan terhadap masyarakat kepulauan menjadi pertimbangan krusial. Penelitian Watloly dan Litaay pada 2017 menekankan bahwa kehidupan warga di sekitar area Blok Masela sangat bertumpu pada sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.

Bagi masyarakat setempat, laut bukan hanya komoditas ekonomi, melainkan ruang sosial yang membentuk identitas budaya melalui praktik adat seperti Sasi dan Weira.

Aktivitas industri migas membawa perubahan pada ruang laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. Peningkatan lalu lintas kapal, perubahan kawasan tangkap, hingga gangguan ekosistem menjadi ancaman nyata yang harus dimitigasi.

Meskipun pemerintah telah berkomitmen menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menekan emisi, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada transparansi pemantauan lingkungan dan pengawasan independen.

Ke depan, keberhasilan operasional Blok Masela tidak akan diukur semata dari volume LNG yang dikirim ke pasar. Tolok ukur sesungguhnya terletak pada sejauh mana nilai tambah dari proyek ini mampu tinggal di Maluku, memperbaiki layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, serta menjaga kelestarian ruang hidup masyarakat yang telah bergantung pada laut selama lintas generasi.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 9 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair