JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga batubara acuan dunia, Newcastle Coal, melemah pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Penurunan ini terjadi di tengah koreksi harga komoditas energi global, memberikan tekanan pada saham-saham batubara di pasar domestik.
Berdasarkan data dari ICE Futures, harga batubara termal Newcastle ditutup pada level $127,85 per metrik ton. Angka ini menunjukkan penurunan $0,40 atau 0,31% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di $128,25 per ton. Pergerakan harga sepanjang hari ini mencatatkan Day Low dan Day High yang sama, yakni $127,85.
Pergerakan Harga Batubara Newcastle
Dalam kurun waktu lima hari terakhir, harga batubara Newcastle telah terkoreksi signifikan, turun sebanyak 6,15 poin atau 4,59%. Apabila dibandingkan dengan level tertinggi dalam 52 minggu (52-Week High) di $153,40, harga saat ini masih 16,66% lebih rendah. Namun, harga masih jauh di atas 52-Week Low yang tercatat di $103,45.
Berikut rincian pergerakan harga:
| Keterangan Angka | Nilai |
|---|---|
| Harga Saat Ini | $127,85 / ton |
| Penutupan Sebelumnya | $128,25 / ton |
| Perubahan 5 Hari | -4,59% |
| 52-Week High | $153,40 |
| 52-Week Low | $103,45 |
Penyebab Penurunan Harga Batubara Global
Pelemahan harga batubara hari ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan.
Pertama, pasokan batubara global melimpah. Produksi domestik di negara-negara konsumen besar seperti China dan India terus mengalami ekspansi, yang secara alami menekan harga di pasar internasional.
Kedua, permintaan Liquefied Natural Gas (LNG) kembali pulih. Proyeksi dari BMI menunjukkan bahwa harga Newcastle rata-rata untuk tahun 2026 akan berada di sekitar $125 per ton, lalu diperkirakan akan turun lebih lanjut menjadi $115 per ton pada tahun 2027 karena pasokan LNG yang semakin stabil. Ini mengurangi ketergantungan pada batubara sebagai sumber energi alternatif.
Ketiga, sentimen ekonomi global. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di berbagai negara serta penurunan permintaan baja global turut memberikan tekanan pada harga batubara metalurgi. Kondisi ekonomi yang tidak menentu cenderung mengurangi aktivitas industri berat, yang merupakan konsumen utama batubara jenis ini.
Penting untuk dicatat, harga batubara dapat bervariasi tergantung pada kandungan BTU (British Thermal Unit), kadar sulfur, dan biaya angkut yang terlibat.
Dampak ke Saham Batubara Indonesia
Pelemahan harga batubara dunia biasanya berdampak langsung pada pergerakan saham-saham perusahaan batubara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham yang paling sering terdampak antara lain BUMI, ADRO, ITMG, dan PTBA. Misalnya, pada hari ini, saham BUMI terpantau stagnan di level Rp187, meskipun harga batubara global mengalami penurunan tipis. Investor nampaknya masih menanti katalis baru yang dapat menggerakkan sektor ini.
Indonesia sendiri merupakan eksportir batubara terbesar di dunia, dengan volume ekspor mencapai sekitar 550 juta ton per tahun. Fluktuasi harga global secara langsung memengaruhi pendapatan negara dan kinerja perusahaan-perusahaan batubara domestik.
Proyeksi Harga Batubara 2026 dan Jenis Batubara
Analis dari BMI telah merevisi naik proyeksi harga Newcastle rata-rata untuk tahun 2026 menjadi $100 per ton. Di sisi lain, Rystad Energy memproyeksikan adanya tambahan permintaan batubara termal sebanyak 70 juta ton di Asia pada tahun 2026. Ini disebabkan oleh krisis LNG yang mendorong negara-negara seperti Jepang (+11%) dan Korea Selatan (+50%) untuk meningkatkan penggunaan batubara.
Perlu dipahami bahwa terdapat beberapa jenis batubara dengan perbedaan harga dan kegunaan:
- Thermal Coal (Batubara Termal): Digunakan untuk pembangkit listrik, dengan harga saat ini sekitar $127,85 per ton.
- Metallurgical Coal (Coking Coal): Digunakan untuk industri baja, dengan kisaran harga $200-300 per ton.
- Harga Batubara AS: Central Appalachian sekitar $82 per ton, sementara Powder River Basin sekitar $15 per ton.
Disclaimer: Data bersumber dari ICE Futures dan OilPriceAPI. Bukan rekomendasi investasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.