JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup stagnan pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Emiten batubara ini mempertahankan posisinya di level Rp187,00, atau 0,00%, tanpa perubahan dari harga penutupan sebelumnya.
Kondisi stagnan BUMI terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,69%. Stabilitas BUMI menunjukkan ketahanan tersendiri di tengah sentimen pasar yang kurang kondusif.
Pergerakan Harga Saham BUMI Hari Ini
Pembukaan perdagangan melihat BUMI menguat di Rp189, sempat mencapai level tertinggi Rp194 di awal sesi 1 sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, tekanan jual mengakibatkan saham ini tergelincir, menyentuh level terendah Rp186 sebelum jeda siang.
Pada sesi 2, pergerakan BUMI cenderung sideways di kisaran Rp187 hingga Rp190. Saham ini akhirnya ditutup flat di Rp187,00 pada pukul 16.40 WIB.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Harga Penutupan | Rp187,00 |
| Perubahan | 0,00% / Rp0 |
| Pembukaan | Rp189 |
| Tertinggi | Rp194 |
| Terendah | Rp186 |
| Volume | 4,52 Juta lot |
| Kapitalisasi Pasar | Rp69,44 Triliun |
Faktor Penyebab Stagnansi Saham BUMI
Tiga faktor utama berkontribusi pada stagnansi saham BUMI hari ini:
- Harga Batubara Global Stabil: Harga Newcastle Coal tidak menunjukkan katalis baru yang signifikan, membuat investor bersikap wait and see.
- Koreksi IHSG: Meskipun sektor energi umumnya relatif kuat, koreksi IHSG sebesar 0,69% membatasi potensi kenaikan BUMI.
- Aksi Profit Taking Tipis: Beberapa investor yang membeli di bawah Rp186 memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan di level Rp194. Namun, minat beli yang masih kuat mencegah penurunan lebih lanjut.
Analisis Teknikal Saham BUMI
Secara teknikal, pergerakan BUMI masih menunjukkan pola sideways dalam rentang Rp186 hingga Rp194. Level support kuat berada di Rp186. Apabila level ini jebol, potensi penurunan bisa mencapai Rp180. Sementara itu, resistance signifikan ada di Rp194. Jika BUMI mampu menembus level ini, target selanjutnya adalah Rp200.
Volume perdagangan hari ini mencapai 4,52 juta lot, di atas rata-rata 2,99 juta lot, menandakan adanya minat beli yang cukup. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di posisi netral, belum memberikan sinyal breakout yang jelas.
Perbandingan BUMI dengan Sektor Batubara
Sektor batubara secara keseluruhan menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan IHSG pada perdagangan hari ini. BUMI menjadi salah satu emiten yang paling stabil dengan perubahan 0,00%.
| Saham | Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|
| BUMI | Rp187 | 0,00% |
| ADRO | Update menyusul | Update menyusul |
| ITMG | Update menyusul | Update menyusul |
| PTBA | Update menyusul | Update menyusul |
Proyeksi Saham BUMI untuk Besok
Proyeksi pergerakan BUMI untuk Selasa, 11 Agustus 2026, akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, pergerakan harga batubara global. Jika harga acuan batubara naik, BUMI memiliki potensi untuk menembus level resistance Rp194. Kedua, sentimen IHSG. Rebound IHSG dapat menarik BUMI naik ke kisaran Rp190-Rp195.
Rekomendasi analis menyarankan posisi ‘Hold’ untuk saat ini. Investor disarankan menunggu konfirmasi tembusnya level Rp194 sebelum mengambil posisi beli baru.
Bagi investor BUMI, ada beberapa tips yang dapat dipertimbangkan: (1) Manfaatkan trading range dengan membeli di Rp186 dan menjual di Rp194. (2) Pantau terus harga batubara global karena menjadi penentu utama pergerakan BUMI. (3) Untuk investor jangka panjang, level Rp180-an masih dianggap menarik untuk cicil beli. (4) Terapkan strategi cut loss di bawah Rp180 untuk mengelola risiko investasi.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp69,44 triliun dan likuiditas yang tinggi, saham BUMI tetap menjadi pantauan menarik di Bursa Efek Indonesia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.