Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Hasil Chelsea vs JDT: Skor 3-3, PR Xabi Alonso Jelang Liga Inggris

Hasil Chelsea vs JDT
Hasil Chelsea vs JDT

Langkah Chelsea di tur pramusim Asia berakhir dengan catatan yang mengganjal. Skuad besutan Xabi Alonso dipaksa bermain imbang 3-3 saat meladeni perlawanan sengit Johor Darul Ta’zim (JDT) di Johor Bahru. Hasil ini tentu jauh dari ekspektasi, apalagi Liga Inggris tinggal menghitung hari.

Kondisi lapangan di Malaysia menjadi saksi betapa rapuhnya lini pertahanan The Blues. Delap tampil menonjol dalam laga itu. Ia sukses menyarangkan dua gol lewat eksekusi penalti, namun kontribusi itu belum cukup untuk mengunci kemenangan. Alonso tampak frustrasi melihat alur bola yang tersendat, terutama saat ia melakukan eksperimen besar-besaran di tengah pertandingan.

Manajer asal Spanyol itu memutuskan merombak total susunan pemain. Sebanyak 11 pemain baru dimasukkan sekaligus, sebuah langkah ekstrem yang berbeda jauh dari komposisi tim saat menghajar AC Milan di Jakarta sehari sebelumnya.

Keputusan ini diambil demi mengantisipasi kelelahan pemain setelah mereka menempuh perjalanan udara sekitar 600 mil. Fisik memang terjaga, tapi ritme permainan justru berantakan.

Pekerjaan Rumah yang Menumpuk

Waktu yang tersisa tinggal kurang dari dua pekan. Bagi Alonso, hasil seri ini adalah alarm bahaya. Ia masih harus memutar otak mencari kedalaman skuad yang ideal. Masalah klasik Chelsea musim lalu—soal disiplin dan pengalaman—masih terlihat membayangi para pemain muda di lapangan.

Padahal, manajemen klub sudah mematok target tinggi agar mereka bisa kembali merangsek ke papan atas, bukan sekadar finis di posisi ke-10 seperti musim lalu.

Jadwal Liga Inggris sudah menanti di depan mata. Fulham menjadi lawan pembuka bagi Chelsea pada 24 Agustus mendatang. Duel ini bukan pertandingan biasa. Alonso akan diuji secara taktikal oleh kawan lamanya sendiri, Álvaro Arbeloa, yang kini memegang kendali di kursi kepelatihan Fulham. Pertemuan ini akan menjadi tolok ukur seberapa jauh transformasi permainan yang ia bawa ke Stamford Bridge.

Catatan pramusim Chelsea memang bak roller coaster. Mereka pernah tampil begitu dominan saat mempecundangi AC Milan 3-0 dalam ajang Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kala itu, Joao Pedro mencetak dua gol dan satu gol lainnya lahir dari kaki Moses Caicedo. Permainan mereka terlihat cair dan tajam. Tapi, konsistensi itulah yang belum ditemukan.

Mencari Racikan Juara

Lihat saja rekam jejak mereka sebelumnya. Ada kemenangan dramatis dengan skor 6-4 melawan Western Sydney, namun di sisi lain, tim harus menelan pil pahit saat dikalahkan Tottenham Hotspur 1-2. Bahkan, mereka juga sempat takluk 0-1 dari Juventus.

Rentetan hasil yang fluktuatif ini menunjukkan kalau Alonso masih meraba-raba formula paling paten untuk membawa Chelsea kembali ke habitat aslinya, yakni zona Liga Champions.

Di balik hasil buruk di Johor, dukungan suporter tetaplah luar biasa. The Blue Army di Indonesia sempat memberikan atmosfer yang memukau bagi skuad Chelsea saat bertanding di Jakarta.

Alonso sendiri mengakui bahwa sambutan hangat tersebut menjadi suntikan moral yang berarti bagi anak asuhnya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Baginya, pengalaman merasakan dukungan masif di Asia adalah modal penting bagi mentalitas para pemain muda.

Kini, euforia dukungan suporter harus segera diganti dengan bukti di atas rumput hijau. Sorak-sorai penonton tidak lagi cukup untuk menambal lubang di lini pertahanan atau memperbaiki kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Fokus pemain harus beralih penuh ke laga pembuka Premier League.

Alonso dituntut segera menemukan pakem terbaik sebelum musuh-musuh sesungguhnya di kompetisi domestik memberikan hukuman yang lebih kejam atas kesalahan-kesalahan yang masih sering terjadi.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda