Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Pastikan Distribusi BBM di Kepri Aman, Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Lakukan Ini

Pastikan Distribusi BBM di Kepri Aman, Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga
Pastikan Distribusi BBM di Kepri Aman, Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga

BATAM — Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran suplai energi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Kunjungan kerja yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) ini difokuskan pada pengawasan operasional, pengamanan objek vital nasional, hingga evaluasi program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.

Pokok Peristiwa

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, memimpin rombongan yang terdiri dari Komisaris Bambang Suswantono dan Wanti Waranei F Mamahit, Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, serta Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya.

Sabar menjelaskan, agenda utama mereka adalah menjalankan fungsi pengawasan agar distribusi energi tetap berjalan prima bagi masyarakat.

Salah satu titik krusial yang dipantau adalah Integrated Terminal Tanjung Uban. Fasilitas ini bukan sekadar terminal biasa, melainkan pilar strategis yang telah beroperasi selama hampir 100 tahun. Berdiri di atas lahan seluas 247 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 401.000 kiloliter BBM dan 93.500 metrik ton LPG.

Konteks

Peran strategis Tanjung Uban tercermin dari tingginya volume aktivitas pelayaran di sana. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 2.900 pergerakan kapal yang singgah, dengan rata-rata lebih dari 200 kapal setiap bulannya. Produk energi dari terminal ini kemudian disalurkan ke pesisir timur Sumatera, mencakup area utara hingga selatan, serta menyuplai kebutuhan energi hingga ke Kalimantan Barat.

Kadek Ambara Jaya menegaskan bahwa kompleksitas operasional di Tanjung Uban menuntut kesiapan fasilitas yang andal. Baginya, terminal ini adalah tulang punggung distribusi energi yang vital bagi Sumatera maupun Kalimantan. Oleh karena itu, pengamanan objek vital nasional menjadi perhatian serius yang dibahas bersama pihak TNI Angkatan Laut dalam kunjungan tersebut.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Selain urusan operasional, manajemen juga meninjau langsung implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau community involvement and development (CID). Rombongan mengunjungi binaan Aviation Fuel Terminal Hang Nadim di Batam, yakni program Kampung Bahari Si Pelaut. Hal ini menunjukkan fokus perusahaan untuk menjaga kesinambungan hubungan baik dengan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Bagi masyarakat di wilayah Kepri dan sekitarnya, kunjungan ini memberikan sinyal positif terkait ketahanan pasokan bahan bakar. Dengan pengawasan ketat terhadap efektivitas distribusi dan kesiapan infrastruktur di pusat-pusat penyaluran utama, risiko hambatan pasokan dapat dimitigasi lebih dini.

Langkah ini memastikan roda perekonomian dan mobilitas warga yang bergantung pada ketersediaan BBM tetap terjaga stabil, mengingat peran vital Tanjung Uban sebagai titik distribusi energi lintas pulau di Indonesia bagian barat.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair