Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
PERISTIWA

Apa Itu Heat Dome? Mengenal Fenomena “Kubah Panas” Penyebab Gelombang Panas Ekstrem

Apa Itu Heat Dome?
Apa Itu Heat Dome? Mengenal Fenomena "Kubah Panas" Penyebab Gelombang Panas Ekstrem. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Fenomena heat dome atau “kubah panas” kini makin sering terdengar, terutama saat suhu melonjak drastis hingga menyebabkan gelombang panas ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta para ahli iklim menyebut heat dome sebagai salah satu dampak nyata perubahan iklim global.

Kondisi ini bukan sekadar cuaca panas biasa, melainkan ancaman serius yang bisa berlangsung berhari-hari, memicu berbagai masalah kesehatan hingga lingkungan. Penting untuk memahami apa itu heat dome, bahayanya, dan langkah-langkah mitigasi yang bisa dilakukan.

Mengenal Fenomena Heat Dome

Heat dome adalah kondisi meteorologi di mana sebuah area bertekanan tinggi yang kuat memerangkap massa udara panas di satu wilayah. Bisa diibaratkan seperti sebuah “tutup panci” raksasa yang menahan udara panas di bawahnya. Sinar matahari terus memanaskan permukaan tanah, udara panas yang seharusnya naik terperangkap oleh kubah tekanan tinggi ini, lalu turun kembali ke bawah dan menjadi semakin panas.

Ciri-ciri khas fenomena ini meliputi langit yang cerah tanpa awan selama beberapa hari, suhu udara siang hari yang sangat tinggi dan tidak mengalami penurunan signifikan bahkan di malam hari, serta kondisi angin yang sangat lemah sehingga udara terasa pengap dan gerah.

Penyebab Utama Terbentuknya Kubah Panas

Pembentukan heat dome didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, pola jet stream, yaitu aliran angin kencang di atmosfer bagian atas, yang melengkung dan “mengunci” sistem tekanan tinggi di lokasi tertentu untuk waktu yang lama. Kedua, perubahan iklim dan pemanasan global berperan besar. Suhu bumi yang meningkat membuat sistem tekanan tinggi menjadi lebih kuat dan lebih stabil, sehingga kubah panas dapat bertahan lebih lama.

Ketiga, kondisi tanah kering juga memperkuat fenomena ini. Tanah yang kering memantulkan lebih banyak panas kembali ke atmosfer dibandingkan tanah yang lembap, yang pada gilirannya memperkuat kubah tekanan tinggi di atasnya. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi terbentuknya dan berlanjutnya heat dome.

Dampak Heat Dome bagi Manusia dan Lingkungan

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda