JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Memburu passive income dari investasi saham? Dividen bisa jadi jawaban. Tahun 2026, banyak emiten diprediksi bakal membagikan dividen jumbo. Ini karena proyeksi laba tahun 2025 yang menjanjikan, cocok bagi investor yang mengincar keuntungan ganda: dari dividen tunai dan potensi kenaikan harga saham (capital gain).
Artikel ini menyajikan daftar 10 saham dividen terbaik 2026, hasil analisis yang mempertimbangkan stabilitas, rekam jejak pembayaran, dan estimasi yield. Daftar ini akan membantu investor memilih aset yang tepat untuk tujuan investasi jangka panjang.
Apa Itu Saham Dividen?
Saham dividen adalah instrumen investasi di mana emiten secara rutin membagikan sebagian keuntungan perusahaannya kepada para pemegang saham. Pembagian ini biasanya dilakukan setiap tahun, dalam bentuk uang tunai. Keuntungan utama dari saham dividen adalah potensi pendapatan reguler bagi investor, di samping kecenderungan harga saham yang lebih stabil dibandingkan saham non-dividen.
Daftar 10 Saham Dividen Terbaik 2026
Berikut adalah 10 saham yang diproyeksikan menjadi pilihan terbaik untuk dividen di tahun 2026. Estimasi yield didasarkan pada dividen tahun 2025 dan harga saham saat ini, namun perlu dicatat bahwa angka ini dapat berubah seiring kondisi pasar dan kinerja perusahaan.
| No | Kode | Emiten | Sektor | Est. Yield 2026 | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | BBCA | Bank BCA | Perbankan | 2.5% – 3% | Dikenal sebagai ‘raja dividen’ dengan pembayaran paling stabil. |
| 2 | BBRI | Bank BRI | Perbankan | 5% – 6% | Dividen dari BUMN perbankan yang seringkali paling besar. |
| 3 | TLKM | Telkom | Telekomunikasi | 4% – 5% | Rutin membagikan dividen dua kali dalam setahun. |
| 4 | UNTR | United Tractors | Tambang | 6% – 8% | Kinerja dividen sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga batubara. |
| 5 | ASII | Astra International | Konglomerasi | 3.5% – 4.5% | Pembagian dividen kuat didukung oleh kinerja anak-anak usaha yang beragam. |
| 6 | PGAS | PGN | Energi | 7% – 9% | Diperkirakan memiliki yield dividen paling tinggi di tahun 2026. |
| 7 | KLBF | Kalbe Farma | Consumer | 2.5% – 3.5% | Saham defensif yang cenderung stabil bahkan di tengah krisis ekonomi. |
| 8 | ADRO | Adaro Energy | Tambang | 8% – 10% | Yield tinggi, namun harga dan dividen cenderung fluktuatif mengikuti harga komoditas. |
| 9 | JSMR | Jasa Marga | Infrastruktur | 3% – 4% | Emiten BUMN jalan tol yang labanya terus menunjukkan peningkatan. |
| 10 | BMRI | Bank Mandiri | Perbankan | 4.5% – 5.5% | Merupakan salah satu BUMN dengan laba terbesar, menopang pembagian dividen. |
3 Tips Memilih Saham Dividen
Memilih saham dividen tidak sekadar melihat angka yield yang tinggi. Ada beberapa pertimbangan penting agar investasi tetap aman dan menguntungkan:
- Perhatikan Rekam Jejak. Pilih emiten yang memiliki sejarah panjang dalam membagikan dividen, idealnya lima tahun berturut-turut atau lebih. Contoh saham dengan rekam jejak kuat antara lain BBCA, TLKM, atau UNVR. Konsistensi menunjukkan kesehatan finansial perusahaan.
- Cek Payout Ratio. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) menunjukkan berapa persentase laba bersih yang dibagikan sebagai dividen. Payout ratio ideal berkisar antara 40% hingga 70%. Jika rasio ini melebihi 90%, patut diwaspadai karena laba perusahaan bisa habis untuk dividen, mengurangi dana untuk ekspansi atau cadangan.
- Jangan Terpaku pada Yield Tinggi Saja. Saham seperti ADRO dan PGAS memang menawarkan yield yang tinggi, namun seringkali sangat bergantung pada harga komoditas yang fluktuatif. Sebaliknya, saham seperti BBCA atau KLBF mungkin memiliki yield yang lebih kecil, tetapi menawarkan stabilitas yang lebih tinggi, cocok untuk strategi investasi jangka panjang.
Jadwal Pembagian Dividen 2026
Secara umum, mayoritas emiten akan membagikan dividen pada periode April hingga Mei 2026, setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan diselenggarakan. Investor yang ingin mendapatkan hak dividen perlu memastikan telah membeli saham sebelum tanggal cum date (tanggal terakhir saham diperdagangkan dengan hak dividen). Jika tujuan utama adalah dividen, saham bisa dijual setelah tanggal ex date.
Untuk investor yang mengejar yield tinggi, saham seperti BBRI, PGAS, dan ADRO patut diperhitungkan. Namun, bagi yang mengutamakan stabilitas dan investasi jangka panjang, pilihan seperti BBCA, TLKM, dan KLBF bisa jadi pertimbangan. Mengombinasikan keduanya dapat menciptakan portofolio yang seimbang, meski perlu diingat bahwa dividen bukanlah jaminan, dan setiap investasi saham memiliki risikonya sendiri.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli saham. Data dapat berubah sewaktu-waktu. Investor disarankan melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan profesional keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.