Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Daylight Saving Time 2026: Kapan Jam Maju & Mundur?

Daylight Saving Time 2026
Daylight Saving Time 2026: Kapan Jam Maju & Mundur?. Credit: Dok. JournalArta

Bagi masyarakat di Indonesia, yang tidak mengadopsi DST, perubahan waktu di negara lain berarti selisih waktu akan bergeser satu jam selama periode DST berlaku. Hal ini dapat memengaruhi penjadwalan berbagai kegiatan, dari rapat daring dengan kolega internasional hingga menonton siaran langsung acara olahraga atau hiburan.

Misalnya, untuk perbedaan waktu antara Jakarta (WIB) dan New York:

Periode Selisih Waktu (WIB ke New York)
November 2025 – 8 Maret 2026 (non-DST AS) WIB lebih cepat 13 jam
8 Maret – 1 November 2026 (DST AS) WIB lebih cepat 12 jam
Mulai 1 November 2026 (non-DST AS) WIB lebih cepat 13 jam

Dengan demikian, jika biasanya rapat jam 9 malam WIB sama dengan jam 9 pagi di New York saat tidak DST, maka selama periode DST, rapat jam 9 malam WIB akan menjadi jam 8 pagi di New York. Pergeseran ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman jadwal.

Negara yang Tidak Menggunakan DST

Banyak negara yang memilih untuk tidak menerapkan Daylight Saving Time pada tahun 2026. Selain Indonesia, negara-negara ini termasuk Jepang, Tiongkok, India, Singapura, Malaysia, Rusia, dan sebagian besar wilayah Brasil, serta Arizona dan Hawaii di Amerika Serikat.

Alasan utama negara-negara ini tidak menerapkan DST adalah posisi geografis mereka yang dekat dengan garis khatulistiwa. Di wilayah tersebut, durasi siang dan malam cenderung stabil sepanjang tahun, sehingga perubahan jam tidak memberikan dampak signifikan dalam penghematan energi atau pemanfaatan cahaya alami.

Pro dan Kontra Daylight Saving Time

Penerapan DST selalu menjadi perdebatan. Ada beberapa argumen yang mendukung:

  1. Hemat Energi: Cahaya alami yang lebih panjang di sore hari dapat mengurangi kebutuhan akan pencahayaan buatan, sehingga berpotensi menghemat konsumsi listrik.
  2. Peningkatan Aktivitas Sore: Dengan matahari terbenam lebih larut, masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk beraktivitas di luar ruangan setelah bekerja, seperti olahraga atau pariwisata.
  3. Pengurangan Kecelakaan: Kondisi jalan yang lebih terang saat jam pulang kantor dapat berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 11 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis