Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Kritik Bung Towel soal Sikap Ivar Jenner di Timnas Indonesia

Kritik Bung Towel soal Sikap Ivar Jenner di Timnas Indonesia
Kritik Bung Towel soal Sikap Ivar Jenner di Timnas Indonesia

JAKARTA — Kegagalan Timnas Indonesia menembus semifinal Piala AFF 2026 menyisakan luka sekaligus riuh kritik di media sosial. Salah satu narasi yang paling santer diperbincangkan adalah sorotan tajam pengamat sepak bola, Tommy Welly atau akrab disapa Bung Towel, terhadap gelandang naturalisasi Ivar Jenner.

Dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Bung Towel menguliti insiden menit ke-55 saat Indonesia bersua Singapura di fase grup. Kala itu, Ivar terlibat friksi panas dengan pemain lawan, Song Ui-young, tepat saat Indonesia sedang memegang kendali permainan dengan keunggulan skor.

Kritik Tajam terhadap Provokasi Ivar Jenner

Bung Towel menyoroti perilaku Ivar yang ia nilai sebagai tindakan provokasi tidak penting. Menurutnya, sebagai pemain berstatus naturalisasi, Ivar seharusnya bisa lebih tenang dan menjaga disiplin di lapangan alih-alih memberikan celah bagi lawan.

“Plot twist-nya terjadi waktu Ivar Jenner melakukan provokasi yang enggak penting, posisi kita unggul, momentum ada di kita, eh dia tiba-tiba nyodorin kakinya dong, enggak penting,” ujar Bung Towel dalam ulasannya. Ia bahkan tidak segan melabeli perilaku tersebut dengan istilah yang cukup keras, menyebutnya sebagai tindakan yang kurang pantas bagi level pemain tim nasional.

Insiden tersebut sempat memicu kekacauan. Setelah adu mulut, Song Ui-young terlihat menyikut Ivar. Wasit Abdullah Salim Khalfan Al Amouri awalnya sempat mengeluarkan kartu merah untuk Song, namun keputusan berubah setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Kartu kuning untuk kedua pemain dibatalkan, dan pertandingan berlanjut.

VAR dan Momentum yang Hilang

Bagi Bung Towel, proses pemeriksaan VAR justru menjadi bumerang bagi Indonesia. Jeda waktu yang panjang selama tinjauan wasit disebutnya memecah konsentrasi pemain Garuda dan memberikan napas baru bagi Singapura untuk mengatur strategi.

“Jeda pertandingan kan karena ada situasi, ada protes karena memang kemudian ada VAR. Jeda itu membuat plot twist kayak di film, momentumnya malah dapat si Singapura karena jeda,” jelasnya. Benar saja, tak lama berselang, Singapura sukses menyamakan kedudukan lewat gol Ilhan Fandi pada menit ke-66. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai, sekaligus mengubur asa Indonesia di turnamen tersebut.

Respons Warganet di Media Sosial

Analisis Bung Towel memicu polarisasi di kalangan suporter. Di satu sisi, banyak warganet yang sepakat bahwa kedewasaan pemain di lapangan menjadi kunci krusial dalam turnamen selevel Piala AFF. Namun, di sisi lain, akun X @Bola_Peyot justru sempat melemparkan kritik balik terhadap media yang masih memberikan panggung besar bagi pengamat tersebut.

Kritik ini menjadi cerminan betapa tingginya ekspektasi publik terhadap performa tim nasional. Dampak nyata dari kegagalan ini tidak hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga memicu perdebatan panjang mengenai kualitas pemain naturalisasi dan bagaimana mentalitas bertanding harus tetap terjaga di bawah tekanan turnamen internasional.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda