BLS secara rutin merilis data CPI setiap tanggal 10 hingga 14 di bulan berikutnya. Investor dapat mencatat jadwal rilis berikut:
| Data Bulan | Tanggal Rilis | Jam WIB |
|---|---|---|
| Juli 2026 | 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB |
| Agustus 2026 | 11 September 2026 | 19:30 WIB |
| September 2026 | 14 Oktober 2026 | 19:30 WIB |
Skenario Dampak CPI Terhadap Pasar Indonesia
Respons pasar terhadap data CPI dapat bervariasi, tergantung pada apakah angka aktual lebih tinggi, sesuai, atau lebih rendah dari prediksi. Berikut beberapa skenario yang mungkin terjadi di pasar Indonesia:
- Skenario CPI Tinggi (> 0,3%): Jika CPI melampaui ekspektasi, The Fed kemungkinan akan mempertahankan sikap hawkish (cenderung memperketat kebijakan moneter). Ini dapat memperkuat USD dan berpotensi menekan IHSG serta Rupiah.
- Skenario CPI Sesuai (0,2%): Apabila data CPI sesuai dengan konsensus, respons pasar cenderung netral. Pasar umumnya sudah memperhitungkan skenario ini, sehingga pergerakan harga mungkin tidak terlalu signifikan.
- Skenario CPI Rendah (< 0,1%): Angka CPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat diartikan The Fed akan mengambil sikap dovish (cenderung melonggarkan kebijakan moneter). Peluang pemangkasan suku bunga akan meningkat, yang dapat menarik kembali aliran dana asing ke pasar berkembang, memicu potensi reli pada IHSG.
Data CPI AS Juli 2026 yang akan rilis malam ini pukul 19:30 WIB, dengan proyeksi kenaikan 0,2% MoM, menjadi sorotan utama. Investor di Indonesia perlu memantau data ini dengan seksama, sebab akan menjadi sentimen penggerak utama bagi IHSG dan Rupiah pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.