Rabu, 12 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Hanura Usul Sistem Pemilu 2029 Gabungkan Proporsional Terbuka-Tertutup

Hanura Usul Sistem Pemilu 2029 Gabungkan Proporsional Terbuka-Tertutup
Hanura Usul Sistem Pemilu 2029 Gabungkan Proporsional Terbuka-Tertutup

BATAMPartai Hanura mengajukan proposal signifikan untuk mengubah mekanisme pemilu legislatif 2029. Alih-alih tetap menggunakan sistem proporsional terbuka murni, partai ini mendorong adopsi sistem kombinasi yang menggabungkan elemen proporsional tertutup dan terbuka.

Patrice Rio Capella, Ketua Tim Satuan Tugas DPP Partai Hanura, menyampaikan usulan tersebut saat kegiatan konsolidasi partai di Kepulauan Riau pada Selasa, 11 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa perubahan sistem pemilu dirancang untuk meningkatkan kualitas anggota DPR dan DPRD pada tingkat nasional maupun daerah.

Pemilu itu seharusnya setiap masanya meningkatkan kualitas dari isi pemilu itu sendiri. Kita berharap Pemilu 2029 ini kualitas DPR, DPRD tingkat 1, tingkat 2 juga mulai meningkat,” kata Rio Capella.

Kritik terhadap Sistem Terbuka Saat Ini

Rio Capella menilai sistem proporsional terbuka yang berlaku saat ini memiliki kelemahan fundamental. Menurutnya, mekanisme ini menciptakan lingkungan yang mirip “pasar bebas”, di mana calon legislatif bersaing secara langsung tanpa batasan signifikan dalam perburuan suara.

Dampak dari sistem ini, menurut Rio, justru merugikan kader partai yang aktif dan berdedikasi dalam membangun organisasi. “Orang yang bagus, aktivis di partai mungkin bagus, hanya kalah pada modal atau kapital. Sehingga tersingkir dan dimenangkan oleh orang yang tidak mengikuti proses berpartai dan mengembangkan partainya sama sekali,” ungkapnya.

Isu yang disoroti di sini adalah bagaimana figur dengan ketajaman finansial lebih besar dapat mengalahkan calon-calon yang telah lama berkontribusi namun kurang memiliki dukungan dana kampanye. Fenomena ini, dalam pandangan Hanura, tidak sejalan dengan prinsip peningkatan kualitas perwakilan rakyat.

Konsep Sistem Setengah Terbuka

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Hanura mengusulkan mekanisme “setengah terbuka” atau kombinasi yang memberikan ruang seimbang bagi partai dan peraih suara. Dalam skema ini, kursi pertama yang diperoleh satu partai diprioritaskan untuk calon legislatif dengan nomor urut tertinggi (ditentukan partai), sementara kursi tambahan diberikan kepada calon dengan perolehan suara terbanyak.

Rio Capella menjelaskan dengan contoh konkret: “Kalau misalnya satu partai mendapatkan dua kursi, maka kursi pertama diserahkan kepada urutan nomor satu, kursi berikutnya ditentukan oleh suara terbanyak.” Skema ini dirancang agar tidak sepenuhnya mengabaikan suara masyarakat, namun tetap memberi otoritas kepada partai untuk mengedepankan kader pilihan.

Jika sebuah partai hanya memperoleh satu kursi, maka kursi tersebut secara otomatis diberikan kepada caleg nomor urut pertama. Namun untuk kursi kedua dan seterusnya, perolehan suara menjadi penentu. Mekanisme ini bertujuan untuk menciptakan insentif positif agar calon legislatif fokus membesarkan organisasi partai, bukan sekadar mengejar dukungan finansial.

Mendorong Loyalitas dan Pembangunan Partai

Keuntungan utama dari model kombinasi, menurut Rio Capella, adalah menciptakan budaya penghargaan terhadap kader yang setia. “Ada penghargaan dan membudayakan agar orang itu menjadi caleg dengan cara membesarkan partainya dulu. Bukan kemudian dia bisa pindah-pindah antarpartai politik hanya dengan mengandalkan uang yang banyak,” jelasnya.

Usulan ini mencerminkan kekhawatiran Hanura bahwa sistem proporsional terbuka murni menciptakan mobilitas tinggi di kalangan calon legislatif, di mana figur bermodal dapat dengan mudah berpindah antarpartai untuk mencari kesempatan terbaik. Sistem kombinasi diharapkan dapat mengurangi fenomena tersebut dan memperkuat ikatan antara calon dan partai.

Lebih lanjut, Rio menekankan bahwa proposal ini tidak menutup seluruhnya peluang individu untuk berjuang melalui suara rakyat. Elemen terbuka tetap ada, hanya saja dibatasi hanya untuk kursi tambahan setelah kursi pertama dialokasikan berdasarkan urutan partai.

Positioning dalam Diskusi Pemilu Nasional

Usulan Hanura ini menjadi bagian dari dinamika diskusi lebih luas mengenai format pemilu legislatif 2029. Berbagai partai telah mengajukan masukan terkait mekanisme yang dianggap paling ideal untuk menghasilkan dewan perwakilan berkualitas tinggi. Kontribusi Hanura menambah perspektif penting dalam wacana reformasi sistem pemilu ke depan.

Rio Capella menyampaikan usulan ini dalam konteks agenda konsolidasi partai yang sedang berlangsung. Tim Satuan Tugas Hanura telah ditugaskan untuk menguatkan struktur organisasi dan menyiapkan strategi partai menjelang Pemilu 2029.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda