Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Cara Memotret Gerhana Matahari dengan iPhone 17 Pro Max

Cara Memotret Gerhana Matahari dengan iPhone 17 Pro Max
Cara Memotret Gerhana Matahari dengan iPhone 17 Pro Max

JAKARTA — Mengabadikan fenomena gerhana matahari menggunakan kamera ponsel pintar sering kali menjadi tantangan teknis yang berat.

Pokok Peristiwa

Meski perangkat seperti iPhone 17 Pro Max dibekali sensor canggih, memotret matahari secara langsung tanpa perlindungan lensa bukan hanya menghasilkan gambar buram, tetapi juga berisiko merusak sensor internal ponsel.

Pengalaman ini dilaporkan oleh jurnalis teknologi Lance Ulanoff yang mencoba mendokumentasikan fenomena tersebut.

Masalah utama muncul saat mencoba mengunci fokus dan eksposur pada lensa telephoto. Tanpa kontrol manual yang presisi, sistem kamera ponsel cenderung terus melakukan penyesuaian otomatis, sehingga matahari hanya tampak sebagai gumpalan cahaya oranye yang tidak fokus.

Bahkan dengan penggunaan kacamata gerhana sebagai filter tambahan di depan lensa, pengunci fokus tetap sering lepas saat terjadi pergerakan kecil.

Kunci keberhasilan dalam eksperimen ini adalah penggunaan aplikasi pihak ketiga. Ulanoff menggunakan aplikasi Halide untuk mengambil alih kendali penuh atas sistem kamera iPhone 17 Pro Max.

Konteks

Dengan aplikasi ini, pengguna dapat mengatur ISO, white balance, fokus, dan eksposur secara manual layaknya kamera profesional.

Pengaturan tersebut bersifat permanen sampai diubah kembali, sehingga memungkinkan fotografer untuk menjaga konsistensi bidikan meski harus memasang filter matahari secara manual.

Penting untuk diingat, penggunaan filter pelindung adalah syarat mutlak saat mengarahkan kamera ke arah matahari. Ulanoff memanfaatkan kacamata gerhana dari peristiwa tahun 2017 yang ditempatkan tepat di atas lensa telephoto.

Meski dalam pengujiannya ia sempat melewatkan mode RAW dan posisi filter yang kurang sempurna, penggunaan kontrol manual melalui aplikasi pihak ketiga terbukti jauh lebih efektif dibandingkan mode kamera bawaan yang terlalu mengandalkan otomatisasi.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Bagi para penggemar fotografi ponsel di Indonesia, teknik penggunaan aplikasi manual seperti Halide ini memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hasil jepretan fenomena astronomi.

Ketergantungan pada pengaturan otomatis pada ponsel sering kali merusak komposisi saat memotret objek dengan kontras cahaya ekstrem.

Dengan beralih ke mode manual, pengguna memiliki keleluasaan untuk melakukan sensor crop dan menyesuaikan eksposur agar detail gerhana tetap terjaga tanpa harus mengorbankan keamanan sensor perangkat.

Hasil jepretan akhir memang belum setara dengan kamera khusus seperti Sony A6000 yang dilengkapi filter khusus astronomi, namun kemampuannya tetap memadai untuk kebutuhan dokumentasi. Eksperimen ini membuktikan bahwa perangkat keras mutakhir tetap membutuhkan perangkat lunak yang tepat untuk memaksimalkan potensi fotografi dalam kondisi pencahayaan yang tidak biasa.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 13 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis