JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai 1 Agustus 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk produk Pertamax Series, sementara harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap stabil. Hingga Jumat, 14 Agustus 2026, belum ada pengumuman perubahan harga lebih lanjut dari Pertamina, sehingga tarif yang berlaku masih mengacu pada penyesuaian awal bulan ini.
Perubahan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga minyak mentah dunia. Konsumen kini bisa menikmati harga yang lebih rendah untuk BBM berkualitas tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Agustus 2026
Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina yang berlaku per 1 Agustus 2026 di beberapa wilayah utama:
| Jenis BBM | Harga per Liter (DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, DIY, Banten) | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertalite RON 90 | Rp10.000 | Subsidi, harga tetap |
| Bio Solar | Rp6.800 | Subsidi, harga tetap |
| Pertamax RON 92 | Rp15.950 | Turun dari Rp16.250 |
| Pertamax Green 95 | Rp16.600 | Turun dari Rp17.000 |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp18.300 | Turun dari Rp19.300 |
| Dexlite CN 51 | Rp19.700 | Harga tetap |
| Pertamina Dex CN 53 | Rp21.150 | Harga tetap |
Harga di Wilayah Lainnya
Penyesuaian harga juga berlaku di berbagai provinsi dengan perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
- Sumatera:
- Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung: Pertamax Rp16.300 | Pertamax Turbo Rp18.700 | Dexlite Rp20.150 | Pertamina Dex Rp21.650.
- Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau: Pertamax Rp16.650 | Pertamax Turbo Rp19.100 | Dexlite Rp20.550 | Pertamina Dex Rp22.100.
- Bali, NTB, NTT: Pertamax Rp15.950 | Pertamax Turbo Rp18.300 | Dexlite Rp19.700 | Pertamina Dex Rp21.150.
- Kalimantan & Sulawesi: Harga Dexlite dan Pertamina Dex di beberapa wilayah bisa mencapai Rp24.650 – Rp24.950 per liter, terutama karena adanya biaya logistik yang lebih tinggi.
Sebagai contoh, di Palembang, Sumatera Selatan, harga Pertamax tercatat Rp16.300 dan Pertamax Turbo Rp18.700.
Faktor Penurunan Harga BBM
Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa evaluasi harga mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, serta daya beli masyarakat dan arahan dari pemerintah.
Harga minyak mentah global yang menunjukkan tren penurunan menjadi salah satu pendorong utama. Sementara itu, untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar, harganya tetap stabil di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter karena masih mendapatkan dukungan subsidi dari pemerintah.
Tips Menghemat BBM di Tengah Dinamika Harga
Di tengah fluktuasi harga, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk menghemat konsumsi BBM:
- Pilih BBM Sesuai Kompresi Mesin: Pastikan menggunakan jenis BBM yang sesuai dengan rekomendasi kompresi mesin kendaraan Anda. Misalnya, motor 125cc umumnya cukup dengan Pertamax.
- Manfaatkan Promo MyPertamina: Pertamina sering menawarkan berbagai promo, seperti cashback atau poin yang bisa ditukarkan melalui aplikasi MyPertamina.
- Servis Kendaraan Secara Rutin: Mesin yang terawat dengan baik akan bekerja lebih efisien, sehingga konsumsi BBM pun lebih irit.
- Pertimbangkan Motor Listrik: Dengan adanya program bantuan seperti MoLiNas (Motor Listrik Nasional) yang menawarkan DP 0%, biaya operasional motor listrik bisa jauh lebih rendah, bahkan hanya sekitar 20% dibandingkan motor bensin.
Penurunan harga BBM non-subsidi diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat dan industri. Pertamina akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan domestik untuk melakukan penyesuaian harga yang relevan di kemudian hari.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.