Minggu, 23 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

5 Bahaya dan Kerugian Pakai Air Fryer untuk Memasak

Bahaya air fryer saat memasak di dapur rumah
Air fryer dipilih karena praktis, tetapi ada risiko yang perlu diperhatikan saat dipakai memasak. (Ilustrasi: AI)

Di rumah, risiko ini sering dianggap sepele. Padahal, satu sentuhan salah sudah cukup membuat tangan terasa perih. Bagi keluarga dengan anak kecil, perhatian ekstra jadi wajib.

Kualitas makanan bisa berubah jika suhu terlalu tinggi

Air fryer sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding menggoreng dengan banyak minyak. Tapi, proses pemanasan cepat pada suhu tinggi juga punya konsekuensi pada makanan tertentu.

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Food Science pada 2017 menemukan bahwa memasak ikan menggunakan air fryer dapat menurunkan kandungan asam lemak tak jenuh ganda sekaligus meningkatkan produk oksidasi kolesterol atau cholesterol oxidation products (COP). Senyawa COP dikaitkan dengan penyakit jantung kronis dan sejumlah kondisi kesehatan lainnya.

Temuan itu berkaitan dengan proses oksidasi yang terjadi ketika makanan berkolesterol terpapar suhu tinggi. Artinya, air fryer bukan jaminan otomatis bahwa semua bahan makanan akan lebih baik hasil akhirnya. Jenis bahan, durasi, dan suhu tetap menentukan.

Keranjang kecil, makanan cepat matang, tapi ada batasnya

Kelemahan lain datang dari ukuran keranjang. Ruang memasak air fryer yang relatif kecil membuat pengguna tidak bisa memasukkan makanan dalam jumlah besar sekaligus tanpa mengganggu sirkulasi udara panas.

Kalau dipaksa penuh, makanan harus dimasak bertahap. Hasilnya bisa tidak merata, dan tekstur renyah yang jadi daya tarik utama air fryer malah menurun. Dalam praktik harian, ini terasa saat memasak untuk lebih dari satu porsi. Prosesnya jadi lebih panjang, meski alat ini dikenal serba cepat.

Soal ini penting bagi rumah tangga yang sering memasak dalam jumlah banyak. Air fryer bisa sangat membantu, tapi bukan untuk semua situasi. Kadang, alat ini justru menambah satu tahap kerja kalau isi keranjang terlalu padat.

Bahaya air fryer juga datang dari makanan yang terlalu kering

Masalah kelima muncul ketika sirkulasi udara panas bekerja terlalu agresif. Aliran udara yang cepat memang membuat makanan matang dan renyah, tapi pada saat yang sama juga dapat menghilangkan terlalu banyak kelembaban, terutama jika makanan dimasak terlalu lama atau pada suhu terlalu tinggi.

Akibatnya, hasil akhir bisa terasa lebih kering dari yang diinginkan. Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan suhu dan durasi memasak dengan jenis makanan. Satu resep belum tentu cocok untuk semua bahan. Ikan, sayur, ayam, atau camilan beku bisa memberi hasil yang berbeda.

Di titik ini, air fryer tetap bergantung pada cara pakai. Dengan pengaturan yang tepat, sebagian besar risiko tersebut bisa ditekan tanpa menghilangkan kepraktisannya. Tapi kalau dipakai serampangan, alat yang semula dianggap memudahkan justru membawa masalah baru di dapur.

CNBC Indonesia menulis, penggunaan yang tepat dapat membantu meminimalkan risiko tanpa harus mengorbankan kepraktisan air fryer. Dan tren minat yang tinggi, seperti terlihat dari survei CNET pada awal 2026, membuat cara pakai yang aman makin relevan dibahas sebelum alat ini makin banyak masuk dapur rumah tangga.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 23 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir