Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Dihadiri Ratusan Warga, Senam Zapin Holywings Peduli Berlangsung Meriah

Dihadiri Ratusan Warga, Senam Zapin Holywings Peduli Berlangsung Meriah
Dihadiri Ratusan Warga, Senam Zapin Holywings Peduli Berlangsung Meriah

BATAM — Senam Zapin yang digelar Holywings Peduli di Tembak Langit Batam pada Minggu (23/8) menarik lebih dari 150 peserta. Warga dari Kelurahan Tanjung Uma dan Kelurahan Sungai Jodoh, Kota Batam, Kepulauan Riau, memadati lokasi sejak pagi untuk ikut bergerak bersama.

Kegiatan ini tidak sekadar olahraga pagi. Holywings Peduli memadukan olahraga, pelestarian budaya, hiburan, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu acara yang terasa ramai sejak awal. Sejak matahari belum tinggi, peserta sudah berkumpul dan mengikuti gerakan yang dipandu instruktur profesional, Gian Natasya.

Senam Zapin dan warna budaya Melayu di Batam

Berbeda dari senam aerobik pada umumnya, Senam Zapin mengambil inspirasi dari tarian tradisional Melayu. Gerakannya disusun dengan langkah kaki yang ritmis, koordinasi tangan, serta keseimbangan tubuh. Iringannya memakai musik Melayu yang energik, tetapi tetap mudah diikuti berbagai kalangan.

Itu yang membuat acara ini terasa cair. Remaja, orang dewasa, sampai lansia bisa bergerak di ritme yang sama tanpa harus merasa tertinggal. Ada suasana olahraga, tapi juga ada rasa kebersamaan yang kuat. Nuansa lokalnya jelas.

Di tengah banyaknya pilihan aktivitas kebugaran modern, Senam Zapin menawarkan pendekatan yang lebih dekat dengan identitas budaya setempat. Peserta tidak hanya diajak berkeringat, tetapi juga bersentuhan dengan unsur seni Melayu yang hidup dalam gerakan. Dari sini, olahraga tidak berhenti sebagai rutinitas fisik. Ia menjadi ruang untuk menjaga tradisi agar tetap akrab di tengah warga.

Manfaat fisik yang langsung terasa

Holywings Peduli menekankan bahwa Senam Zapin punya beragam manfaat bagi kesehatan. Aktivitas ini disebut dapat meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, melatih koordinasi gerak, menjaga kelenturan otot dan sendi, memperbaiki postur tubuh, membakar kalori, sekaligus membantu mengurangi stres lewat irama musik khas.

Bagi warga yang datang, manfaat itu hadir dalam bentuk yang sederhana: bergerak bersama, mendengar musik, lalu pulang dengan tubuh lebih segar. Tidak perlu alat khusus. Tidak perlu ruang tertutup. Cukup lapangan, instruktur, dan energi warga yang mengikuti dari awal sampai akhir. Pendekatan seperti ini membuat olahraga terasa lebih dekat dan tidak kaku.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 24 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir