JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mulai Kamis, 27 Agustus 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk beberapa jenis BBM, di mana Pertamax mengalami koreksi harga sebesar Rp300 per liter dan Pertamax Turbo turun hingga Rp1.000 per liter. Sementara itu, harga Pertalite dan Bio Solar yang merupakan jenis BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan dan tetap stabil.
Kebijakan penyesuaian harga ini tentu membawa angin segar bagi sebagian masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang bergantung pada BBM nonsubsidi. Dengan penurunan yang cukup signifikan pada Pertamax Turbo, konsumen bisa sedikit bernapas lega di tengah fluktuasi harga energi global.
Harga BBM Pertamina per 27 Agustus 2026
Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina yang berlaku per Kamis, 27 Agustus 2026, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta. Perlu dicatat, harga di daerah lain mungkin berbeda karena faktor pajak dan biaya distribusi yang bervariasi.
| Jenis BBM | Harga Baru | Harga Lama | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pertamax RON 92 | Rp15.950/L | Rp16.250/L | Turun Rp300 |
| Pertamax Green 95 | Rp16.600/L | Rp17.000/L | Turun Rp400 |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp18.300/L | Rp19.300/L | Turun Rp1000 |
| Dexlite CN 51 | Rp19.700/L | Rp19.700/L | Tetap |
| Pertamina Dex CN 53 | Rp21.150/L | Rp21.150/L | Tetap |
Sementara itu, untuk jenis BBM bersubsidi, harga tetap tidak berubah:
| Jenis BBM | Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertalite RON 90 | Rp10.000/L | Tetap |
| Bio Solar | Rp6.800/L | Tetap |
Perbedaan harga antar daerah dapat berkisar antara Rp200 hingga Rp700, tergantung pada Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah serta biaya distribusi.
Faktor Penurunan Harga BBM Nonsubsidi
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah pelemahan harga minyak mentah dunia, yang tercermin dari penurunan Indonesian Crude Price (ICP) pada Agustus 2026. Saat harga minyak dunia turun, biaya produksi dan pengadaan BBM juga ikut menurun, memberikan ruang bagi Pertamina untuk menurunkan harga jual eceran.
Selain itu, stabilitas nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah juga berperan penting. Meski masih berada di kisaran Rp17.857 per dolar AS, nilai tukar dolar tidak mengalami kenaikan signifikan seperti bulan sebelumnya. Ini membantu menjaga biaya impor bahan baku BBM agar tidak membengkak.
Pertamina sendiri rutin melakukan evaluasi harga setiap bulan. Penyesuaian biasanya dilakukan pada tanggal 1 dan 15 setiap bulannya, mengikuti tren harga minyak mentah global dan kurs rupiah. Kebijakan ini memastikan bahwa harga BBM yang ditetapkan tetap relevan dengan kondisi pasar terkini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.