WASHINGTON — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS Thomas Massie secara terbuka menyebut 14 orang yang ia klaim membantu dalang perdagangan seks terkonviksi Jeffrey Epstein melakukan kejahatan. Massie, seorang Republik dari Kentucky, melakukan hal itu Senin malam dalam sidang pertama usai libur Agustus.
Dari podium Dewan Perwakilan, Massie menyoroti lamanya waktu sejak Presiden Donald Trump menandatangani Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Regulasi tersebut memaksa Departemen Kehakiman (DOJ) merilis jutaan dokumen terkait kejahatan perdagangan seks Epstein.
“Pemerintah masih menyembunyikan lebih dari 3 juta berkas,” kata Massie, menurut laporan Washington Times.
Nama-Nama Utama dalam Dokumen Epstein
Ke-14 orang yang disebut Massie mencakup tokoh-tokoh terkemuka. Beberapa di antaranya: mantan eksekutif JPMorgan Jes Staley, investor miliarder Leon Black, dan pengusaha miliarder Les Wexner. Ketiga nama tersebut telah menghadap komite Dewan Perwakilan yang menyelidiki kasus Epstein untuk menjawab pertanyaan tentang hubungan mereka dengan finansial terkemuka itu.
Massie juga menyebut Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Andrew Inggris, yang dicabut gelar kerajaan setelah terbukti persahabatannya dengan Epstein. Dalam daftar itu ada pula Lesley Groff, asisten Epstein terdahulu yang pernah diwawancarai komite dalam sesi tertutup tahun ini. Massie menuduh Groff bukan korban melainkan turut bersekongkol dengan Epstein dalam perdagangan perempuan.
Pentingnya Transparansi Dokumen
Semua orang yang disebut Massie telah muncul dalam dokumen yang dirilis DOJ. Meski kehadiran nama seseorang dalam berkas Epstein tidak otomatis menunjukkan kesalahan hukum, banyak tokoh-tokoh terkemuka itu telah mengalami dampak negatif. DOJ sendiri mendapat tekanan meningkat atas sejumlah redaksi yang dilakukan agensi itu terhadap dokumen-dokumen sensitif.
“Semoga mendengar nama-nama ini akan membuat Departemen Kehakiman malu dan terdorong untuk memberikan keadilan,” ujar Massie.
Desakan untuk Undang-Undang Baru
Massie meluncurkan petisi pemberhentian untuk Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein II. Regulasi yang diusulkan anggota Kongres ini akan memberi pengadilan negara akses lebih luas ke dokumen-dokumen guna melanjutkan penuntutan dan memberikan penutupan bagi para korban.
Massie mengatakan telah mulai mengumpulkan 218 tanda tangan yang diperlukan untuk memaksa pemungutan suara di Dewan Perwakilan. Jika semua anggota Demokrat mendukung, dia membutuhkan tiga anggota Republik tambahan untuk menandatangani petisi tersebut.
Massie mengatakan kepada Washington Times bahwa jika tiga Republik tidak mau menandatangani sebelum pemilihan pertengahan (midterm), dia yakin dapat mencapai ambang batas 218 setelah Pemilihan November jika Demokrat merebut mayoritas Dewan Perwakilan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.