Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

AHY ke Prabowo: Bapak Dapat Mengandalkan Partai Demokrat

AHY ke Prabowo
AHY ke Prabowo

JAKARTA — Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa Partai Demokrat siap mendampingi perjalanan pemerintahannya. Janji loyalitas itu dilontarkan AHY dalam pidato politiknya di acara puncak HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu malam, 9 September 2026, di Indonesia Arena, kompleks GBK Jakarta Pusat.

“Karena itu, izinkan Bapak Presiden, saya menyampaikan dengan tulus bahwa Bapak Presiden dapat mengandalkan Partai Demokrat,” ujar AHY di depan ratusan kader partainya, Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan tokoh-tokoh koalisi pemerintah lainnya.

Partai Demokrat akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Itulah komitmen yang disampaikan AHY untuk meyakinkan pemerintahan bahwa keikutsertaannya dalam koalisi bukan sekadar formalitas.

“Kami akan bekerja dengan loyalitas, kami akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan kami akan terus memberikan yang terbaik untuk membantu pemerintahan ini berhasil,” tutur AHY dalam pidatonya.

Loyalitas Tanpa Mengorbankan Suara Rakyat

AHY menekankan bahwa komitmen Demokrat kepada pemerintahan tidak boleh dimaknai sebagai penghilangan suara rakyat. Sebaliknya, dukungan penuh justru membutuhkan kepekaan terhadap aspirasi masyarakat.

“Justru karena kami ingin pemerintahan ini berhasil, kami harus terus mendengar suara rakyat dan ikut mencari jalan keluarnya. Itulah politik yang bertanggung jawab,” pungkas AHY, menggarisbawahi bahwa loyalitas koalisi harus berpihak pada kepentingan publik.

Pernyataan AHY mencerminkan upaya Partai Demokrat memposisikan dirinya sebagai mitra yang serius dalam pemerintahan Prabowo. Pasalnya, sebelumnya Demokrat telah mengalami periode di luar kekuasaan, dan kini kembali bergabung dalam koalisi pemerintah.

Prabowo Apresiasi Kedewasaan Demokrat

Prabowo pun merespons positif pernyataan AHY. Di acara yang sama, Presiden memuji sikap Partai Demokrat dalam menjalani demokrasi, terutama saat partai tersebut tidak berada di posisi berkuasa.

“Waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo, membandingkan sikap Demokrat dengan beberapa partai lain yang dinilainya kurang terbuka terhadap kekalahan pemilu.

Presiden juga berbagi pengalaman pribadinya dalam kontestasi demokrasi. Meski pernah kalah empat kali dalam pemilu, dia tetap menerima dan terus maju melalui jalur institusional. “Saya waktu empat kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” ucapnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda