Meskipun memiliki teknologi canggih, seperti Battery Safety System yang otomatis memutus arus listrik saat terdeteksi benturan, kasus kebakaran pada mobil listrik masih bisa terjadi. Hyundai sendiri membekali Ioniq 6 dengan beberapa lapis proteksi.
Fitur-fitur keamanan baterai meliputi Reinforced Battery Case untuk ketahanan benturan, Thermal Management guna mencegah overheat, dan V2L (Vehicle to Load) yang memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber listrik eksternal. Selain itu, Ioniq 6 juga dilengkapi dengan Hyundai SmartSense, serangkaian fitur keselamatan aktif dan pasif, serta 6 airbag.
Namun, para ahli otomotif menjelaskan bahwa dalam benturan ekstrem, kerusakan fisik pada modul baterai tetap berpotensi memicu korsleting dan thermal runaway. Kondisi ini membuat suhu baterai meningkat drastis dan tak terkendali, berujung pada kebakaran. Kecelakaan berat yang langsung mengenai baterai bisa memperparah risiko ini.
Pentingnya Berhati-hati Saat Berkendara Mobil Listrik
Peristiwa terbakarnya Hyundai Ioniq 6 ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik mobil listrik untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara. Meskipun dilengkapi teknologi canggih, prinsip dasar keselamatan jalan tetap harus diperhatikan.
Beberapa tips penting saat mengendarai kendaraan listrik antara lain menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, dan selalu waspada terhadap kondisi jalan. Jika terjadi kecelakaan, pengemudi harus segera keluar dari kendaraan dan menghubungi pihak berwajib serta pemadam kebakaran. Penting juga untuk diingat, jangan menyiram area baterai dengan air bertekanan tinggi saat terjadi kebakaran, karena dapat memperburuk situasi.
Investigasi atas penyebab pasti kebakaran Hyundai Ioniq 6 di Slipi masih terus berlangsung.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.