Kamis, 17 September 2026 WIB
BREAKING
KESEHATAN

Influenza A H3N2 Super Flu: Gejala Demam 39-40°C 3-5 Hari, Batuk Berat, Sesak Napas

Influenza A
Influenza A H3N2 Super Flu: Gejala Demam 39-40°C 3-5 Hari, Batuk Berat, Sesak Napas. Credit: Dok. JournalArta

Gejala Influenza A H3N2 ‘Super Flu’ mirip dengan flu musiman biasa, tetapi cenderung lebih intens dan membuat penderitanya cepat lemas. Dokter Spesialis Anak Ian Suteja menjelaskan bahwa ini adalah infeksi flu yang gejalanya lebih berat dan lebih cepat menular.

Perbedaan utama dengan flu biasa (common cold) adalah intensitas dan durasinya. Flu biasa, yang disebabkan oleh ratusan virus berbeda (paling sering rhinovirus), umumnya dimulai bertahap, menyerang bagian atas leher, dengan hidung berair atau tersumbat, bersin, dan sakit tenggorokan ringan. Demam jarang terjadi atau sangat ringan dan bisa sembuh dalam 1-2 hari.

Sementara itu, ‘Super Flu’ dimulai secara tiba-tiba dengan demam tinggi yang bisa mencapai 39-40°C dan berlangsung 3-5 hari. Batuknya berat, bisa berupa batuk kering atau berdahak yang berlangsung hingga 2 minggu. Penderita juga mengalami nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta kelelahan ekstrem yang bisa bertahan berminggu-minggu. Pada anak-anak, mual dan muntah lebih sering terjadi. Influenza A juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi bakteri, atau radang jantung.

Kelompok Rentan dan Kapan Harus ke Dokter

Pada sebagian besar orang, influenza dapat membaik dengan istirahat dan perawatan yang cukup. Namun, kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius. Mereka termasuk anak kecil di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis bawaan atau komorbid seperti asma.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar mereka. Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang memburuk, seperti sesak napas, demam lebih dari 3 hari, nyeri dada, atau penurunan kesadaran.

Pencegahan dan Pengobatan Influenza A

Penularan Influenza A terjadi melalui udara yang mengandung droplet dari batuk atau bersin, atau kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi. Periode inkubasi virus berkisar 1-4 hari, dengan gejala biasanya mulai muncul sekitar 2 hari setelah terinfeksi.

Langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan meliputi menjaga kebersihan tangan secara rutin, menggunakan masker terutama saat sakit atau berada di tempat ramai, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menghindari kontak dekat ketika mengalami gejala. Vaksinasi influenza tahunan juga sangat dianjurkan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi. Masyarakat juga disarankan untuk beristirahat cukup, memenuhi kebutuhan cairan, dan memakai masker saat berada di tempat umum untuk mengurangi risiko penularan.

Untuk pengobatan, penderita disarankan beristirahat, menjaga asupan gizi, dan hidrasi yang cukup. Penggunaan obat sesuai gejala, seperti obat demam, batuk, atau sakit kepala, dapat membantu meredakan. Jika diperlukan dan atas anjuran dokter, obat antiviral seperti oseltamivir dapat diberikan untuk mengurangi keparahan dan durasi gejala.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda