Pertamina menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi ini dipicu oleh tren peningkatan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga global ini sendiri merupakan dampak dari ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Evaluasi harga BBM dilakukan secara berkala setiap bulan untuk menyesuaikan dengan dinamika pasar energi internasional.
Sebagai perbandingan, harga BBM jenis solar non-subsidi Pertamina masih bersaing. Untuk September 2026, Shell V-Power Diesel yang dijual di SPBU swasta dibanderol Rp25.420, sedikit lebih mahal dibandingkan Pertamina Dex.
Perlu diingat, harga BBM Pertamina dapat bervariasi di setiap wilayah di Indonesia. Daftar harga di atas berlaku untuk wilayah dengan PBBKB 5%. Untuk daerah dengan PBBKB 7,5%, seperti Sumatera Utara atau Riau, harga jual biasanya akan sedikit lebih tinggi, berkisar Rp200 hingga Rp400 per liter. Masyarakat dapat memeriksa harga BBM yang berlaku di wilayah masing-masing secara akurat melalui aplikasi MyPertamina atau dengan menghubungi Call Center Pertamina di 135.
Tips Menghemat BBM di Tengah Kenaikan Harga
Dengan adanya kenaikan harga BBM non-subsidi, ada beberapa langkah yang bisa diambil konsumen untuk menghemat pengeluaran: pertama, pastikan penggunaan BBM sesuai dengan rasio kompresi mesin kendaraan. Hindari menggunakan jenis BBM dengan nilai oktan tinggi (misalnya Pertamax Turbo) jika kendaraan Anda memiliki kompresi mesin yang rendah, karena tidak akan memberikan efisiensi yang optimal.
Kedua, manfaatkan promo atau program poin yang ditawarkan melalui aplikasi MyPertamina. Ketiga, selalu jaga tekanan ban kendaraan sesuai standar dan lakukan servis rutin. Tekanan ban yang ideal dan perawatan mesin yang teratur dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Informasi resmi terkait daftar harga terbaru BBM Pertamina dapat diakses melalui situs web resmi Pertamina Patra Niaga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.