Minggu, 20 September 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

HISTORIS! Coventry City Kalahkan Nottingham Forest 1-0 – Kemenangan Premier League Pertama dalam 25 Tahun!

Coventry City Kalahkan Nottingham Forest
HISTORIS! Coventry City Kalahkan Nottingham Forest 1-0 - Kemenangan Premier League Pertama dalam 25 Tahun!. Credit: Dok. JournalArta

NOTTINGHAM, JOURNALARTA.COM — Sejarah tercipta di City Ground. Coventry City, di bawah asuhan Frank Lampard, berhasil meraih kemenangan perdana di Premier League dalam 25 tahun terakhir. Mereka menaklukkan tuan rumah Nottingham Forest 1-0 pada laga pekan kelima Premier League 2026/27, Sabtu, 19 September 2026, pukul 21:30 WIB.

Kemenangan ini sangat berarti bagi Coventry yang baru promosi musim ini. Mereka datang ke laga ini dengan rekor buruk, kalah di empat pertandingan sebelumnya tanpa mencetak satu gol pun, termasuk dibantai Brighton 5-0 pada pekan lalu.

Dominasi Forest Mentah di Babak Pertama

Nottingham Forest, yang sebelum laga berada di posisi ke-12, tampil mendominasi sejak awal. Mereka melancarkan 14 tembakan di babak pertama, menjadi jumlah tembakan terbanyak yang dicatat di Premier League musim ini oleh Flashscore. Peluang terbaik Forest datang dari James McAtee di menit pertama, diikuti oleh ancaman dari Dan Ndoye, Neco Williams, dan Liam Delap yang tendangannya masih melebar tipis.

Coventry juga sempat menciptakan peluang lewat Jack Rudoni dan Brandon Thomas-Asante, namun tidak ada gol tercipta hingga turun minum. Skor tetap 0-0.

Gol Bersejarah Jay Dasilva di Babak Kedua

Momen yang dinanti tiba pada menit ke-55. Kiper Coventry, Carl Rushworth, melepaskan tendangan panjang diagonal yang melewati wing-back Daniel Muñoz. Jay Dasilva mengontrol bola dengan sempurna, merangsek masuk ke kotak penalti, dan melepaskan tembakan ke sudut gawang Matz Sels. Bola bersarang jaring, mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Gol ini bukan hanya gol pembuka bagi Coventry musim ini, tetapi juga gol pertama Dasilva dalam 127 penampilannya untuk klub. Lebih dari itu, ini adalah gol pertama Coventry di Premier League sejak April 2001, sebuah penantian panjang selama dua setengah dekade.

Drama VAR Warnai Akhir Laga

Forest mencoba bangkit. Pada menit ke-76, bek Bobby Thomas melakukan penyelamatan akrobatik di garis gawang, menggagalkan upaya Morgan Gibbs-White yang mencoba mencip bola melewati Rushworth. Ketegangan memuncak di menit ke-86 ketika gol Igor Jesus dianulir VAR. Striker Forest itu menyambar bola dari depan gawang, namun VAR menilai ia menginjak kaki Caleb Yirenkyi hingga terjatuh. Wasit Jarred Gillett memeriksa monitor dan membatalkan gol, memberikan tendangan bebas untuk Coventry.

Menjelang akhir laga, tepatnya menit ke-94, Jair Cunha menerima kartu kuning. Wasit meniup peluit panjang, memastikan kemenangan historis bagi Coventry City.

Konteks Historis: Kebangkitan Setelah 25 Tahun

Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Coventry. Terakhir kali mereka memenangkan pertandingan Premier League adalah melawan Sunderland pada April 2001. Beberapa pekan setelah kemenangan tersebut, mereka degradasi dan mengakhiri 34 tahun kiprah di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Setelah itu, Coventry sempat terpuruk hingga divisi keempat (League Two) selama satu dekade penuh masalah finansial. Musim lalu, 2025/26, mereka berhasil menjuarai Championship dan kembali promosi.

Dengan tambahan tiga poin ini, Coventry City naik ke posisi ke-18 klasemen sementara, melewati Tottenham, menjelang jeda internasional September/Oktober. Sementara itu, Nottingham Forest tertahan di posisi ke-12 dengan satu kemenangan dari lima pertandingan.

Pelatih Coventry, Frank Lampard, mengungkapkan perasaannya usai laga. “Rasanya luar biasa. Setelah kalah di empat pertandingan pertama, mudah untuk merasa negatif, dari mana gol, dari mana kemenangan akan datang? Para pemain pantas mendapatkannya. Ini sangat penting bagi beberapa pemain, bagi banyak orang ini adalah debut mereka di Premier League dan mereka perlu merasa seperti mereka berada di sini. Ini sangat besar secara mental untuk tim,” ujar Lampard kepada Sky Sports. Lampard bahkan menjadikan Wayne Rooney sebagai contoh bahwa tidak semua pemain bisa langsung menjadi superstar di Premier League.

Laga selanjutnya setelah jeda internasional akan menjadi penentu apakah Coventry dapat mempertahankan momentum kebangkitan ini dan bertahan di Premier League.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda