Fakta-fakta ini memicu diskusi lebih dalam mengenai potensi penghasilan para pengemis. Ada data yang menunjukkan seorang pengemis bisa mengantongi Rp200 ribu hanya dalam tiga jam di beberapa daerah, didukung oleh kedermawanan masyarakat Indonesia. Contoh lain, seorang kakek di Grogol Petamburan pernah ditemukan membawa Rp521 ribu setelah 3,5 jam mengemis.
Jika dihitung, dengan bekerja delapan jam sehari selama lima hari, penghasilan pengemis bisa mencapai Rp5,5 juta per minggu atau sekitar Rp20 juta per bulan, setara dengan gaji seorang manajer. Kasus-kasus serupa juga ditemukan di berbagai daerah, seperti pengemis di Aceh yang membawa emas untuk mahar nikah, pasangan suami-istri di Kalimantan Selatan yang dirazia membawa Rp65 juta dan 75 gram emas, hingga kakek di Brebes yang membeli 28 gram emas menggunakan dua karung uang receh pada Juni 2021.
Di China, kasus seorang pria berusia 70 tahun yang berpura-pura menjadi pengemis namun memiliki empat rumah besar dan tabungan 200.000 Yuan (sekitar Rp400 juta) juga sempat memicu kemarahan publik. Ia diperkirakan mengumpulkan sekitar Rp2 juta per hari.
Ceu Epon memilih emas sebagai investasinya, sebuah pilihan yang lazim di kalangan masyarakat, termasuk pengemis, karena karakternya sebagai aset anti-inflasi, tahan lama, mudah dijual, dan berfungsi sebagai safe haven. Pada Sabtu, 27 September 2026, harga emas Antam tercatat Rp2.653.000 per gram, dengan prediksi pekan depan bergerak di rentang Rp2.520.000 – Rp2.720.000. Bank Sentral China sendiri agresif memborong emas sejak Januari hingga Juli 2026, sebagai strategi diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS ke emas.
Kasus Ceu Epon menyoroti pentingnya literasi sedekah agar bantuan dapat tepat sasaran, serta menunjukkan bagaimana emas menjadi aset universal yang diminati berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, fenomena ini membuka mata terhadap potensi ekonomi informal yang seringkali luput dari pantauan, bahkan bisa melampaui Upah Minimum Regional (UMR).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.