LONDON, JOURNALARTA.COM – Juara Dunia 2026, Spanyol, berhasil menghentikan comeback timnas Inggris dengan skor tipis 3-2 dalam laga pembuka UEFA Nations League Grup A3 yang digelar dini hari tadi, 27 September 2026, di Stadion Wembley. Pertandingan yang penuh drama ini menandai kekalahan kandang pahit bagi The Three Lions, setelah sempat memimpin meski tertinggal lebih dulu.
Spanyol, yang datang dengan status tak terkalahkan dalam 39 pertandingan terakhir usai menjuarai Piala Dunia 2026 mengalahkan Argentina, menunjukkan mental juara mereka. Gol cepat dari Lamine Yamal diikuti oleh lesakan Álex Baena dan Mikel Oyarzabal, membuyarkan keunggulan yang sempat diraih Inggris melalui Anthony Gordon dan Harry Kane.
Jalannya Pertandingan Penuh Drama di Wembley
Laga baru berjalan dua menit saat Spanyol langsung memimpin. Sebuah kesalahan fatal dari Marc Guehi di area pertahanan Inggris dimanfaatkan dengan sempurna oleh Lamine Yamal. Wonderkid Spanyol itu mencuri bola dan melesakkan tembakan yang tak mampu dihalau James Trafford, mencatatkan gol tercepat ketiga di Wembley sejak tahun 1953.
Inggris tidak menyerah. Pada menit ke-36, Anthony Gordon menyamakan kedudukan lewat skema serangan balik cepat. Umpan terobosan akurat dari Jude Bellingham berhasil dikonversi Gordon dengan tembakan keras yang menembus gawang Unai Simon. Empat menit berselang, kapten Harry Kane membalikkan keadaan. Sundulan kerasnya memanfaatkan umpan silang Nico O’Reilly membentur paha Marc Cucurella dan masuk ke gawang, membuat Inggris unggul 2-1 di akhir babak pertama.
Babak kedua dimulai dengan drama besar. Pada menit ke-54, Inggris mendapatkan hadiah penalti setelah Rodri melanggar Bellingham di kotak terlarang. Harry Kane yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Kakinya terpeleset saat menendang bola, yang kemudian membentur mistar gawang bagian dalam. Peluang emas untuk unggul 3-1 pun terbuang sia-sia.
Kegagalan penalti itu harus dibayar mahal oleh Inggris. Enam menit setelahnya, pada menit ke-60, Spanyol menyamakan kedudukan lewat pemain pengganti Álex Baena. Lagi-lagi, kesalahan pemain Inggris, kali ini salah passing dari O’Reilly, dimanfaatkan Baena dengan tembakan terukur dari luar kotak penalti.
Puncak drama terjadi di menit ke-74. Mikel Oyarzabal, yang juga masuk dari bangku cadangan, menjadi pahlawan kemenangan Spanyol. Menerima assist dari Baena, Oyarzabal melepaskan tendangan dink cantik melewati Trafford, mengingatkan pada gol penentunya di final Euro 2024 melawan Inggris. Gol ini memastikan kemenangan 3-2 untuk tim tamu.
Statistik dan Komentar Usai Laga
Spanyol mendominasi penguasaan bola dengan 51% dan mencatatkan 506 operan, menunjukkan ciri khas permainan tiki-taka mereka. Sementara itu, skuad Inggris yang diturunkan oleh pelatih Thomas Tuchel antara lain Trafford; Quansah, Konsa, Guehi, O’Reilly; Anderson, Lewis-Skelly, Bellingham; Saka, Gordon, Kane. Tim asuhan Luis de la Fuente sendiri mengandalkan Unai Simon; Pubill, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Baena, Oyarzabal, Yamal.
Harry Kane mengakui timnya bermain habis-habisan. “Kami bertarung habis-habisan melawan juara dunia dan Eropa. Di hari lain, kami pasti menang,” ujarnya kepada ITV.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menyoroti awal pertandingan yang buruk. “Awal yang mengerikan, awal terburuk yang mungkin terjadi. Reaksi tim sangat bagus. Gol ketiga Spanyol adalah satu-satunya yang benar-benar mereka cetak dengan baik, yang lainnya dari kesalahan besar kami,” kata Tuchel.
Senada dengan pelatihnya, pencetak gol Anthony Gordon merasa kekalahan ini akibat kesalahan timnya. “Kami memberikannya (kemenangan) begitu saja, bukan mereka yang merebutnya,” ujar Gordon.
Dengan hasil ini, Spanyol memuncaki Grup A3, sementara Inggris berada di posisi ketiga. Di pertandingan grup lainnya, Kroasia berhasil mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.