IZMIT / MADRID, JOURNALARTA.COM – Kylian Mbappé, kapten timnas Prancis, mengalami cedera serius pada lutut kirinya setelah mencetak gol kemenangan tunggal Les Bleus melawan Turki dalam ajang UEFA Nations League A Grup 1 pada 25 September lalu. Insiden yang mengubah debut pelatih Zinedine Zidane menjadi penuh duka ini dikonfirmasi oleh Real Madrid Medical Services pada 27 September 2026, yang menyatakan sang penyerang mengalami hiperekstensi kapsul posterior lutut kiri.
Gol ke-67 Mbappé untuk timnas Prancis tersebut, yang menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim, justru berakhir tragis. Bintang berusia 27 tahun itu mencetak gol di menit ke-54 setelah menerima assist dari Michael Olise. Namun, tak lama setelah selebrasi, Mbappé langsung memegangi lutut kirinya. Meskipun sempat mencoba melanjutkan pertandingan selama dua menit, ia akhirnya tak sanggup dan digantikan oleh Désiré Doué pada menit ke-58, meninggalkan Zidane dengan ekspresi cemas di pinggir lapangan.
Kronologi Cedera dan Diagnosis Resmi
Momen krusial terjadi saat Mbappé berhasil melesakkan tembakan rendah ke pojok bawah gawang Turki pada menit ke-54, yang mengamankan skor 1-0 untuk Prancis. Gol ini tidak hanya bersejarah bagi Mbappé karena melampaui rekor Olivier Giroud dan Thierry Henry, tetapi juga menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan debut Zidane sebagai pelatih Prancis. Sayangnya, kegembiraan tersebut hanya sesaat.
Awalnya, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) melaporkan sebagai “cedera tendon.” Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, Real Madrid Medical Services pada 27 September pagi mengumumkan hasil diagnosis resmi. “Setelah tes, Kylian Mbappé didiagnosis mengalami hiperekstensi kapsul posterior lutut kirinya. Menunggu perkembangan,” demikian pernyataan resmi klub. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kapsul belakang lutut kiri pemain telah meregang atau tertarik, yang meskipun bukan cedera putus ACL, tetap memerlukan waktu pemulihan minimal 10-12 hari. Belum ada garis waktu pasti untuk kepulihannya.
Dampak Cedera: Jadwal Padat Berantakan
Cedera Mbappé membawa dampak signifikan bagi timnas Prancis dan Real Madrid, mengingat jadwal pertandingan yang sangat padat. Untuk timnas Prancis di bawah asuhan pelatih Zinedine Zidane, yang baru saja menggantikan Didier Deschamps pada musim panas 2026, kehilangan sang kapten adalah pukulan berat. Mbappé dipastikan absen dalam tiga laga penting UEFA Nations League:
- 28 September vs Belgia (tandang)
- 2 Oktober vs Italia (kandang, menandai debut Zidane di Paris)
- 5 Oktober vs Belgia (kandang)
Meskipun Zidane meraih kemenangan di debutnya, kehilangan pemain kunci ini mengurangi euforia. Penampilan positif dari pemain seperti Manu Koné dan Cherki menjadi sedikit penghibur di tengah situasi ini.
Sementara itu, bagi Real Madrid di bawah kepelatihan Jose Mourinho (yang kembali melatih Madrid pada 2026), cedera Mbappé juga sangat merugikan. Setelah jeda internasional, Mbappé akan langsung menjalani pemulihan di Madrid. Target awal adalah kembali bermain pada 10 Oktober melawan Villarreal di LaLiga. Namun, partisipasinya diragukan untuk laga Liga Champions melawan Roma pada 14 Oktober. Yang paling mengkhawatirkan adalah potensi absennya di El Clásico melawan Barcelona pada 25 Oktober di Bernabéu. Real Madrid saat ini sudah tertinggal enam poin dari Barcelona yang sedang tampil ‘on fire’ dengan bintang mudanya, Lamine Yamal. Laga Liga Champions berikutnya melawan RB Leipzig juga terancam tanpa kehadiran Mbappé.
Musim ini, Mbappé telah menunjukkan performa vital, termasuk mencetak gol di Liga Champions melawan Inter pada 8 September, menjadikannya andalan Madrid dalam perburuan gelar LaLiga ke-36 mereka.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.