JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga emas Antam diperkirakan akan fluktuatif pada Senin, 28 September 2026, dengan peluang menguat mendekati Rp2.720.000 per gram. Prediksi ini berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar global yang mempengaruhi pergerakan harga komoditas logam mulia.
Pada Sabtu, 26 September 2026, harga emas Antam mencatatkan kenaikan signifikan. Emas Antam dibanderol Rp2.613.000 per gram, melonjak Rp23.000 dari harga sebelumnya. Harga buyback juga ikut naik Rp23.000 menjadi Rp2.438.000 per gram. Kenaikan ini mengakhiri tren pelemahan harga yang terjadi selama dua hari berturut-turut.
Peluang Menguat dan Level Penting
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa ada level-level penting yang perlu diperhatikan investor. “Apabila terkoreksi, support pertama (harga emas Antam) di Rp2.643.000 per gram. Kemudian, kalau terkoreksi lagi, support kedua di Rp2.520.000 per gram,” jelas Ibrahim pada Minggu, 27 September 2026.
Ibrahim menambahkan, jika harga emas Antam kembali menguat, maka resistance pertama akan berada di Rp2.673.000 per gram. Target selanjutnya, atau resistance kedua, berpotensi mencapai Rp2.720.000 per gram. Dengan demikian, rentang prediksi harga untuk Senin adalah antara Rp2.520.000 hingga Rp2.720.000. Ibrahim optimis harga bisa mendekati Rp2.750.000 jika momentum penguatan kuat.
Level support Rp2.643.000 dan Rp2.520.000 dapat menjadi area akumulasi atau peluang beli bagi investor. Sementara itu, jika harga menembus resistance Rp2.673.000, hal itu bisa menandakan dimulainya tren kenaikan yang lebih kuat.
Faktor Penggerak Harga Emas
Beberapa faktor global dan domestik akan memengaruhi pergerakan harga emas Antam pada Senin, 28 September 2026. Harga emas dunia XAUUSD tercatat turun 0,52% ke US$4.264,9, yang merupakan level terendah sejak 16 September. Penurunan ini terjadi di tengah antisipasi data Personal Consumption Expenditure (PCE) Amerika Serikat, indikator inflasi kunci bagi Federal Reserve, yang akan dirilis Jumat malam.
Penguatan dolar AS dan kenaikan Treasury yield juga menjadi sentimen negatif bagi emas. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dapat mendorong kenaikan harga emas Antam di pasar domestik, karena adanya premi harga lokal. Selain itu, kondisi geopolitik global yang memanas dan tren bank sentral yang terus memborong emas dapat menjadi faktor pendorong kenaikan harga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.