JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Anthropic secara resmi merilis Claude Sonnet 5.5 pada 28 September 2026, pukul 02.55 WIB, menjadikannya model kedua dalam keluarga Claude 5.5 setelah Opus 5.5 yang diluncurkan pada 22 September lalu. Model baru dengan ID claude-sonnet-5-5 ini diklaim 30% lebih cepat dengan biaya operasional per tugas hingga 30% lebih murah.
Sonnet 5.5 mempertahankan harga token yang sama dengan versi sebelumnya, Sonnet 5. Artinya, pengguna akan membayar $2 per 1 juta token input dan $10 per 1 juta token output. Ini menempatkannya pada setengah harga Opus 5.5 yang dibanderol $4 untuk input dan $20 untuk output per 1 juta token. Biaya cache read $0.20 dan cache write $2.50.
Harga & Ketersediaan Sonnet 5.5
Model ini sudah tersedia secara luas. Pengguna bisa mengaksesnya melalui Claude.ai (versi gratis, Pro $20, Max 5x $100, Max 20x $200), serta melalui API dengan memanggil claude-sonnet-5-5. Integrasi juga tersedia di platform cloud seperti AWS Bedrock, Google Cloud Vertex, dan Microsoft Azure Foundry, menawarkan opsi zero data retention bagi pengguna korporat.
Sonnet 5.5 memiliki context window impresif sebesar 1 juta token, dengan kemampuan output maksimal 128K token (bisa mencapai 300K via Batch API). Fitur adaptive thinking dengan 5 level low-max diatur aktif secara default, memungkinkan fleksibilitas dalam pemrosesan tugas.
Lompatan Benchmark, Kalahkan Opus di Terminal-Bench
Peningkatan performa Sonnet 5.5 paling menonjol terlihat pada benchmark Terminal-Bench 4.0, di mana ia mencetak 70.6%, jauh melampaui Sonnet 5 (10.3%) dan bahkan mengungguli flagship Opus 5.5 (66.4%). Ini menunjukkan kapabilitas luar biasa Sonnet 5.5 dalam skenario coding agentic via terminal.
Meski begitu, dalam 7 dari 8 benchmark resmi, Sonnet 5.5 masih berada sedikit di bawah Opus 5.5. Misalnya, pada GDPval-AA, Sonnet 5.5 meraih 1.844, sangat dekat dengan Opus 5.5 (1.846). Untuk coding kompleks di FrontierCode 1.1 Max / Xhigh, Sonnet 5.5 mencapai 46.2% / 52.1%. Pada Intelligence Index (Artificial Analysis), Sonnet 5.5 menduduki peringkat kedua dengan skor 56, di bawah Opus 5.5 yang mencetak 58.
Anthropic mengklaim efisiensi biaya 30% karena Sonnet 5.5 membutuhkan lebih sedikit token untuk tugas normal. Namun, pengujian independen oleh Artificial Analysis dengan “Max effort” menunjukkan Sonnet 5.5 justru membutuhkan sekitar 193 ribu token output per tugas, 60% lebih banyak dari Opus 5.5. Ini berarti biaya per tugas benchmark bisa mencapai $7.60, lebih tinggi dibanding Sonnet 5 ($5.09) dan Opus 5.5 ($5.98). Efisiensi biaya sangat bergantung pada intensitas penggunaan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.