JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi menerjang perairan Indonesia, termasuk selatan Banten, pada Selasa. Masyarakat pesisir dan pelaku transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem itu.
Prakirawan BMKG Medayu Bestari menyampaikan bahwa angin akan bertiup antara 5 hingga 25 knot. Kecepatan angin tersebut memicu gelombang tinggi di tiga zona utama: Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat.
Tak hanya gelombang, BMKG juga memprediksikan banjir rob atau fenomena pasang air laut akan melanda 10 provinsi pesisir. Daftar wilayah terdampak mencakup Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku.
Dampak pada Nelayan dan Transportasi Laut
Gelombang setinggi empat meter bukan sekadar angka cuaca biasa. Bagi nelayan yang bergantung pada aktivitas penangkapan ikan setiap hari, gelombang separah ini bisa mengakibatkan kapal tidak bisa berlayar atau terjebak di tengah laut. Industri transportasi penyeberangan antar pulau juga akan terpengaruh dengan jadwal keberangkatan yang kemungkinan ditunda atau dibatalkan.
BMKG menekankan kepada masyarakat pesisir dan pengguna laut untuk aktif memperbarui informasi cuaca. Aplikasi infobmkg dapat diunduh di ponsel dan diakses melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar rumah atau berlayar ke laut.
Bibit Siklon Tropis di Laut Andaman
Pemicu utama cuaca ekstrem ini adalah Bibit Siklon Tropis 92W yang terdeteksi di Laut Andaman pesisir Myanmar. Sistem cuaca ini memicu peningkatan pembentukan awan hujan di perairan utara Aceh. BMKG juga mengingatkan pelaku transportasi udara tentang potensi bahaya awan cumulonimbus yang tersebar di Sumatera bagian barat, Samudra Hindia barat Indonesia, dan wilayah Papua bagian tengah.
Prakiraan Cuaca di Kota-Kota Besar
Di level daratan, prakiraan cuaca bervariasi antar kota. Potensi hujan ringan diperkirakan di Kota Palu, Serang, dan Bandung. Sementara Jakarta, Semarang, dan Surabaya akan mengalami cerah berawan. Kondisi berawan tebal akan mendominasi Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Gorontalo, Mamuju, Makassar, dan Kendari.
Meski cuaca ekstrem melanda zona maritim, kondisi daratan tetap didominasi kekeringan. Risiko kekeringan dan kebakaran hutan masih tinggi di Banjarmasin, Palangkaraya, dan Samarinda. Namun, potensi hujan lebat lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah titik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca terbaru melalui aplikasi resminya agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat sebelum berangkat beraktivitas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.