LUMAJANG — Gunung Semeru memecah kesunyian Senin malam dengan serangkaian erupsi dahsyat. Dari pukul 18.14 hingga 21.01 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu melepaskan enam kali letusan beruntun dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak.
Aktivitas vulkanik Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, kini berada pada status Level III atau Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mencatat detail setiap letusan dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Erupsi pertama tercatat pada pukul 18.14 WIB dengan kolom abu setinggi 400 meter berwarna putih hingga kelabu, membumbung ke arah selatan dengan intensitas sedang. Tidak lama kemudian, tepat pada 18.35 WIB, gunung itu erupsi kembali. Letusan kedua ini lebih kuat, dengan kolom abu mencapai 800 meter dan merambah ke arah barat daya.
Pada 18.53 WIB, erupsi ketiga melepaskan kolom abu setinggi 900 meter — yang menjadi puncak ketinggian selama episode letusan semalam. Abu teramati bergerak ke barat daya dengan pola yang konsisten.
Letusan Berulang Sepanjang Malam
Episode keempat terjadi pada 20.06 WIB dengan kolom abu 800 meter. Selang 36 menit kemudian, tepatnya 20.42 WIB, Semeru memuntahkan letusan kelima dengan ketinggian 900 meter lagi. Kepulan abu putih-kelabu terus menyebar ke arah barat daya dengan intensitas sedang.
Letusan keenam dan terakhir menutup serial erupsi pada 21.01 WIB dengan kolom abu 600 meter. Pada saat laporan dibuat, aktivitas masih berlangsung, menunjukkan Semeru tetap dalam keadaan bergejolak.
Erupsi beruntun dalam tiga jam tersebut mencerminkan peningkatan signifikan dalam aktivitas gunung api sejak awal minggu. Sebelumnya, pada Jumat (25 September), Semeru juga erupsi dua kali dengan ketinggian letusan mencapai 700 meter.
Imbau Waspada di Sektor Tertentu
Dengan status Siaga, otoritas memperingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Zona ini menjadi sasaran utama aliran material vulkanik dan abu vulkanik.
Status Level III berarti erupsi eksplosif tetap mungkin terjadi kapan saja. Pengalaman dari erupsi sebelumnya menunjukkan Semeru cenderung mempertahankan aktivitas tinggi selama beberapa hari hingga minggu sebelum bertranformasi ke level lebih rendah.
Masyarakat sekitar dihimbau tetap waspada terhadap potensi guguran lava dan aliran abu panas yang dapat melintasi lembah dengan kecepatan tinggi. Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur sejauh ini, namun otoritas terus memantau perkembangan situasi.
Pos pengamatan melanjutkan monitoring real-time untuk mendeteksi perubahan pola letusan dan memberikan peringatan dini kepada komunitas sekitar. Informasi terbaru akan diperbarui seiring perubahan status gunung api.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.