JAMBI — Enam instalasi Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) milik PTPN IV Regional III berhasil menekan emisi karbon hingga 88.608 ton CO2e per tahun. Pencapaian ini diumumkan pada Hari Ozon Sedunia 2026, seiring momentum global menjaga lapisan ozon planet kita.
Pengurangan emisi tersebut diperoleh melalui pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit, yang dalam istilah industri dikenal sebagai palm oil mill effluent (POME), menjadi sumber energi baru terbarukan. Alih-alih membuang limbah, PTPN IV Regional III mengubahnya jadi listrik dan panas untuk operasional pabrik.
Bambang Budi Santoso, Region Head PTPN IV Regional III, menerangkan bahwa pemanfaatan biogas merupakan salah satu langkah strategis perusahaan untuk mengelola limbah sekaligus mengurangi jejak karbon. “Kami berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Investasi dalam teknologi biogas bukanlah sekadar upaya mematuhi regulasi. Dampaknya konkret bagi industri perkebunan sawit yang selama ini menjadi sorotan polusi lingkungan. Dengan mengurangi 88.608 ton CO2e per tahun, PTPN IV Regional III menyetara dengan menanam ratusan ribu pohon atau menarik emisi dari ribuan kendaraan bermotor dari jalan raya.
Teknologi biogas yang diterapkan enam instalasi di Regional III beroperasi dengan memanfaatkan biosolid dan biogas dari penguraian limbah organik. Gas metana yang dihasilkan ditangkap, dimurnikan, dan digunakan untuk menggerakkan generator listrik. Sisa panas dari proses dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pabrik, meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.
Momentum Hari Ozon Sedunia
Hari Ozon Sedunia, yang diperingati setiap 16 September, mengingatkan dunia pentingnya melindungi lapisan ozon dari zat-zat perusak. Meskipun fokus utama adalah ozon, isu emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida juga tidak terpisahkan dari kesehatan atmosfer global dan perubahan iklim.
PTPN IV Regional III, yang tersebar di beberapa kabupaten di Jambi, memanfaatkan momentum ini untuk menampilkan komitmen nyata perusahaan. Enam PTBg yang beroperasi menunjukkan bahwa industri perkebunan dapat berperan aktif mengurangi emisi, bukan hanya sebagai pengguna energi pasif.
Efisiensi Bisnis dan Lingkungan
Investasi biogas PTPN IV Regional III mencerminkan tren global industri sawit untuk menggabungkan efisiensi bisnis dengan tanggung jawab lingkungan. Pengurangan limbah cair yang sebelumnya menjadi beban pengelolaan berubah menjadi aset energi. Hal ini juga menurunkan biaya operasional pabrik karena berkurangnya ketergantungan pada listrik dari jaringan atau bahan bakar fosil tambahan.
Bambang Budi Santoso menambahkan bahwa implementasi teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen PTPN IV terhadap transisi energi hijau. Dari perspektif konsumen global, inisiatif seperti ini menjadi respons terhadap permintaan pasar akan produk kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab lingkungan.
Kinerja enam PTBg di Regional III membuktikan bahwa teknologi energi terbarukan bukan lagi pilihan eksklusif untuk sektor energi, tetapi dapat terintegrasi dalam industri pertanian dan perkebunan. Dengan mengubah limbah menjadi energi, PTPN IV Regional III menunjukkan model bisnis yang dapat diadopsi perkebunan lain di Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus melindungi lingkungan.
Pengurangan 88.608 ton CO2e per tahun dari enam instalasi ini adalah langkah konkret menuju ekonomi sirkular yang menjadi target nasional dalam mencapai net-zero emission pada 2060.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.