Penurunan harga emas Antam hari ini menimbulkan pertanyaan, mengingat harga emas spot dunia justru naik 0,49% menjadi $4.177,37 per ounce. Emas berjangka Desember juga menguat ke $4.202,3.
Kenaikan emas global dipicu oleh isu geopolitik, termasuk pengiriman tiga gugus kapal induk dan 10.000 tentara AS ke Timur Tengah, serta potensi kelanjutan serangan ke Iran. Kebijakan moneter dovish dari The Fed juga turut mendukung kenaikan harga emas dunia.
Namun, kenaikan ini tertahan oleh penguatan Dolar AS ke level tertinggi 1,5 tahun dan kenaikan imbal hasil obligasi global. Selain itu, kenaikan harga minyak sebesar 2% meningkatkan ekspektasi inflasi, yang secara tidak langsung menahan laju kenaikan emas domestik. Data dari Industry.co.id mencatat emas Antam LM versi pasar sempat tercatat Rp2.587.453 per gram, turun 0,54%, dengan harga buyback Rp2.391.000. Galeri 24 masih menjadi pilihan termurah.
Pajak Buyback dan Prediksi Pergerakan Harga
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas (buyback) di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Tarifnya sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP, dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP, yang akan langsung dipotong dari total nilai transaksi.
Mengenai prediksi harga, Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan level support pertama emas Antam di Rp2.643.000 dan support kedua di Rp2.520.000. Sementara itu, resistance pertama diperkirakan di Rp2.673.000 dan resistance kedua di Rp2.720.000. StoneX juga mencatat emas dunia berada di garis pertempuran $4.104. Jika level ini jebol, harga bisa turun ke $3.942. Malam ini, pasar akan menantikan rilis data Non Farm Payrolls AS, yang diperkirakan akan mencatatkan 90.000 lapangan kerja baru dengan tingkat pengangguran 4,1%. Data ini diyakini akan menjadi pendorong pergerakan harga emas selanjutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.