JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Startup AI asal Beijing, Moonshot AI, dituduh oleh OpenAI melakukan kampanye ekstraksi reasoning terkoordinasi terhadap model GPT mereka. Tuduhan ini memanaskan kembali isu pencurian kekayaan intelektual (IP theft) di industri AI global, menyusul insiden serupa yang dialami Anthropic bulan lalu.
OpenAI, pengembang ChatGPT, secara resmi menuding individu yang terkait dengan Moonshot AI, pembuat chatbot Kimi, telah menjalankan serangan adversarial distillation. Serangan ini bertujuan mengekstrak hidden chain-of-thought atau alur pemikiran tersembunyi dari model GPT, memungkinkan pengembangan model pesaing tanpa investasi riset dan pengembangan miliaran dolar.
Kronologi Tuduhan OpenAI
Menurut laporan blog yang dirilis OpenAI pada 1 Oktober 2026 dengan judul “OpenAI Disrupts Reasoning Extraction Campaign Linked to Moonshot AI Associates”, aktivitas mencurigakan ini dimulai sejak awal Juli 2026. Awalnya, volume percobaan ekstraksi masih rendah, menunjukkan pola uji coba.
Puncaknya terjadi pada 24-25 Juli 2026. Dalam dua hari tersebut, OpenAI mendeteksi lonjakan aktivitas drastis, mencapai 16.000 percobaan request menggunakan pola ekstraksi spesifik dari lebih dari 4.000 pengguna yang berbeda. Investigasi lanjutan mengungkap pola prompt serupa digunakan oleh lebih dari 15.000 akun.
OpenAI menegaskan, para operator tidak membobol enkripsi, mengkompromikan database, atau mendapatkan akses langsung ke percakapan pengguna yang tersimpan. Sebaliknya, mereka memanipulasi interaksi model agar penalaran yang dilindungi dapat direproduksi dalam bentuk yang terlihat oleh pemohon secara terkoordinasi dan berskala besar, yang melanggar ketentuan layanan OpenAI.
Teknik yang digunakan meliputi adversarial distillation, yaitu memakai output model besar untuk melatih model lain, dan replay encrypted reasoning, di mana operator menyalin penalaran terenkripsi dari satu percakapan untuk kemudian meminta model lain mendekripsi dan mentranskripsikannya di percakapan baru.
Pada 28 Juli 2026, OpenAI berhasil mengganggu sepenuhnya kampanye ini. Mereka memblokir akun-akun terkait, menutup celah yang dimanfaatkan, dan menambah mitigasi untuk menahan output yang dapat mengekspos penalaran tersembunyi. Hasil temuan ini juga telah dibagikan kepada Frontier Model Forum dan saluran pemerintah AS.
Profil Moonshot AI: Siapa Mereka?
Moonshot AI, dengan nama resmi Beijing Moonshot AI Technology Co. (月之暗面), adalah startup AI yang berbasis di Beijing, China. Perusahaan ini didirikan pada Maret 2023 oleh Yang Zhilin. Zhilin, yang kini berusia 30-an, adalah seorang ahli AI yang pernah menempuh pendidikan di Tsinghua dan memiliki pengalaman di Google serta Meta AI, serta meraih gelar PhD dari CMU. Ia dijuluki sebagai “jenius AI” China.
Produk utama Moonshot AI adalah Kimi Chatbot (Kimi.ai), yang juga dikenal sebagai Kimi Chat atau Kimi Smart Assistant. Kimi terkenal karena kemampuannya menangani long context window yang sangat besar. Pada awal 2024, Kimi viral karena modelnya dapat membaca novel 100.000 kata sekaligus, pada saat ChatGPT masih terbatas pada 32K token.
Model terbaru mereka, Kimi K2, dan Kimi K2 Thinking, menawarkan model open-source dan API yang menjadi pesaing langsung GPT-5 dan Claude. Moonshot AI juga menjadi salah satu “AI Tigers” China bersama Zhipu AI, MiniMax, dan 01.AI.
Pada 2024, Moonshot AI berhasil mendapatkan pendanaan sebesar 1 miliar dolar AS dari investor besar seperti Alibaba, Sequoia, dan Meituan, mengangkat valuasi perusahaan menjadi 3-3,3 miliar dolar AS dan menjadikannya salah satu unicorn terpanas di China. Misi perusahaan, “To the Moon”, menunjukkan ambisi mereka dalam menciptakan Kecerdasan Buatan Umum (AGI).
Bukan Tuduhan Pertama
Skandal ini bukanlah kali pertama Moonshot AI dituding melakukan praktik serupa. Pada September 2026, Anthropic juga menuduh Moonshot AI dan Alibaba secara diam-diam menggunakan model Claude untuk melatih model mereka. Anthropic mendeteksi pola distillation yang mirip, meskipun saat itu Moonshot AI membantah tuduhan tersebut. Kini, dalam waktu kurang dari sebulan, dua laboratorium AI frontier AS, Anthropic dan OpenAI, secara terpisah menuding Moonshot AI. Bahkan, Google juga pernah menyebut adanya aktivitas serupa dari laboratorium China tanpa menyebut nama spesifik.
Situasi ini mengindikasikan “perang dingin AI” antara AS dan China semakin memanas. Para pejabat AS khawatir bahwa kemajuan pesat model-model AI China sebagian bukan karena inovasi murni, melainkan melalui ekstraksi penalaran dari model AS tanpa pengamanan (safety guardrail) yang memadai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang risiko keamanan nasional.
Thomas Duesterberg dari Hudson Institute berpendapat, “Ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan China, yang mengklaim hampir sekuat perusahaan-perusahaan Amerika, sebenarnya tidak dapat bersaing sama sekali kecuali mereka mencuri barang kami.”
Hingga 2 Oktober 2026 pukul 14:00 WIB, Moonshot AI, OpenAI, maupun Kedutaan Besar China belum memberikan komentar resmi kepada media. Di platform seperti Weibo dan Zhihu, warganet China tampak membela Moonshot, mengklaim ini adalah fitnah AS untuk menekan perkembangan AI China. Sementara itu, warganet global di Blind masih memperdebatkan apakah ini adalah praktik yang adil atau murni pencurian kekayaan intelektual.
OpenAI tidak memberikan bukti teknis secara publik, dengan alasan keamanan. Oleh karena itu, tuduhan ini masih didasarkan pada atribusi internal OpenAI.
Adversarial distillation sendiri berbahaya karena memungkinkan model yang dicuri untuk dibangun tanpa safety guardrail yang sama seperti GPT, seperti Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF) dan red-teaming, yang bisa membuatnya digunakan untuk tujuan berbahaya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.