Kota Tangerang menaruh harapan besar pada olahraga. Bukan cuma soal medali, tapi juga perputaran uang yang ikut bergerak saat event digelar.
Pemerintah kota kini memperkuat ekosistem Sport City sebagai strategi mengangkat ekonomi daerah. Targetnya jelas: hotel terisi, kuliner ramai, transportasi bergerak, dan omzet pelaku UMKM ikut naik.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Jumat (2/10/26), menyebut kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan penonton punya nilai ekonomi yang bisa dirasakan banyak sektor usaha di kota itu. Ia menilai setiap kompetisi selalu membawa kebutuhan yang nyata. Makan. Minum. Tempat menginap. Perjalanan.
Kaonang menegaskan, olahraga punya daya ungkit yang lebih luas dari sekadar pertandingan. Menurut dia, sebuah ajang dengan peserta dalam jumlah besar otomatis memunculkan aktivitas ekonomi baru di sekitar lokasi event.
“Tidak ada pertandingan dengan seribu peserta yang tidak membutuhkan minum atau makan. UMKM semua ikut hidup. Olahraga itu membangkitkan daya ungkit ekonomi,” ujarnya.
Strategi ini dijalankan lewat penyelenggaraan lebih dari 25 event olahraga dalam setahun. Skemanya berlapis, dari kompetisi tingkat nasional sampai kegiatan yang juga melibatkan peserta internasional. Kota Tangerang ingin memanfaatkan arus peserta dan penonton sebagai pasar langsung bagi usaha lokal.
Dorongan itu sekaligus mempertegas arah baru pengembangan olahraga di kota tersebut. Prestasi tetap diburu. Tapi efek samping ekonominya kini ikut dihitung serius.
Hotel jadi salah satu sektor yang diharapkan paling cepat merasakan dampaknya. Begitu pula pelaku kuliner, transportasi, dan UMKM yang biasanya menjadi penopang kebutuhan harian selama event berlangsung. Satu gelaran selesai, roda ekonomi di sekitar venue sudah bergerak duluan.
Kaonang melihat pola itu sebagai kesempatan yang terus bisa diperluas. Selama kalender pertandingan berjalan, aktivitas ekonomi tak berhenti pada arena. Ia merembet ke luar lapangan, ke warung makan, ke penginapan, ke kendaraan yang hilir mudik mengantar peserta.
Dan di situlah Sport City mendapat peran barunya di Tangerang. Bukan sekadar panggung olahraga. Tetapi juga penggerak bisnis lokal yang bekerja dari satu pertandingan ke pertandingan lain, dengan lebih dari 25 event dalam setahun sebagai tumpuannya.
Sumber: tangerangkota.go.id

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.