Hindari penggunaan Wi-Fi gratis di tempat umum seperti kafe atau bandara untuk mengakses layanan sensitif seperti m-banking. Jika terpaksa, gunakan VPN. Matikan fitur auto-connect Wi-Fi dan Bluetooth di ponsel Anda. Hotspot pribadi dari ponsel jauh lebih aman. Selain itu, terapkan aturan pencadangan 3-2-1: tiga salinan data, disimpan di dua media berbeda, dengan satu salinan di lokasi terpisah (offsite). Contohnya, data di laptop, di Google Drive, dan hard disk eksternal. Aktifkan fitur pencadangan otomatis Windows ke Entra atau OneDrive, sehingga Anda bisa memulihkan data jika terkena serangan ransomware.
Amankan perangkat Anda dengan kunci biometrik seperti sidik jari (fitur baru Windows 11 26H2) atau Face ID, serta PIN 6 digit yang unik (bukan 000000). Atur penguncian otomatis perangkat setelah satu menit tidak aktif. Jangan pernah meminjamkan ponsel Anda tanpa mengaktifkan Guest Mode terlebih dahulu.
Kelola Aplikasi & Rekening
Periksa izin akses yang diminta oleh setiap aplikasi. Jika sebuah aplikasi meminta izin akses SMS, Kontak, atau Galeri yang tidak relevan dengan fungsinya, segera hapus aplikasi tersebut. Di Android, cek melalui Settings > Privacy > Permission Manager, sementara di iOS melalui Settings > Privacy. Aplikasi keuangan, misalnya, umumnya hanya membutuhkan akses kamera dan mikrofon secukupnya.
Amankan juga akun media sosial dan aplikasi pesan Anda. Di WhatsApp, aktifkan verifikasi dua langkah melalui Settings > Privacy > Two-step verification, dan matikan fitur unduh otomatis media. Untuk Instagram, pantau aktivitas login dan segera keluar serta ganti kata sandi jika ada aktivitas mencurigakan dari lokasi yang tidak dikenal. Hindari memamerkan dokumen sensitif seperti boarding pass, KTP, atau kode QRIS di media sosial Anda.
Strategi Tambahan untuk Keamanan Digital
Pertimbangkan untuk membuat satu alamat email khusus yang hanya digunakan untuk transaksi keuangan seperti m-banking dan e-wallet. Hindari menggunakannya untuk mendaftar game atau promo. Dengan begitu, jika email lain bocor, dana Anda tetap aman. Selalu berhati-hati terhadap QRIS palsu dan tautan pendek. Saat memindai QRIS di toko, pastikan nama merchant yang muncul di aplikasi sesuai. Jangan memindai QR code di stiker tempelan acak atau di area parkiran. Tautan pendek seperti bit.ly atau s.id dari pengirim tidak dikenal juga sebaiknya tidak diklik.
Bagi UMKM dan pemilik toko, pisahkan rekening pribadi dari rekening usaha. Aktifkan notifikasi transaksi dan batasi transfer harian. Gunakan antivirus yang dilengkapi fitur Smart App Control, seperti yang ada di Windows 11 26H2, untuk perlindungan tambahan. Sangat krusial untuk tidak menyimpan foto KTP, KK, atau kartu ATM di galeri ponsel Anda. Malware dapat dengan mudah mengaksesnya. Simpan dokumen sensitif ini di folder terenkripsi atau Google Drive yang dilindungi.
Edukasi adalah kunci. Beri tahu keluarga bahwa bank tidak pernah meminta OTP. Buat kode rahasia khusus untuk memverifikasi permintaan uang mendesak via WhatsApp. Di lingkungan kerja, lakukan simulasi phishing secara rutin. Jika Anda atau perangkat Anda sudah terlanjur menjadi korban, segera putuskan koneksi internet, ganti semua kata sandi dari perangkat lain yang aman, dan laporkan insiden tersebut ke bank untuk pemblokiran kartu, atau ke aduankonten.id / BSSN di 1500886. Ingat, jangan pernah membayar tebusan ransomware; lebih baik pulihkan data dari cadangan yang sudah Anda buat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.